Limawaktu.id - Pelantikan dan sumpah jabatan Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) periode 2019-2024 yang dilaksanakan di Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, mendapatkan komentar miring. Sebab, anggaran yang dikeluarkan untuk proses pelantikan ini diperkirakan lebih dari Rp 100 juta. Apalagi 50 Anggota DPRD KBB terpilih diberikan fasilitas menginap di hotel bintang lima tersebut.
Saat ditanya perihal anggara untuk proses pelantikan yang digelar di hotel bintang lima ini, Sekretariat Dewan (Sekwan) KBB, Rony Rudyana belum menyebutkan secara detail berapa anggaran yang dikeluarkan. Namun dirinya mengakui jika 50 anggota DPRD KBB terpilih mendapatkan jatah menginap semalam di Mason Pine Hotel. Berdasarkan penelusuran harga kamar termurah di hotel ini semalam minimal Rp800.000.
"Satu orang anggota DPRD terpilih dapat jatah lima undangan untuk keluarga. Namun yang menginap di hotel ini jatahnya hanya bagi anggota dewannya saja, keluarga tidak ada jatah," sebut Rony.
Dia menyebutkan kamar yang disewa adalah yang paling murah, sebab para anggota DPRD terpilih harus menjalani gladi pelantikan pada Minggu (25/8/2019) malam pukul 20.00 WIB. Didesak soal besarnya anggaran yang dipakai, Rony menyebut bahwa ini adalah paripurna istimewa dan digelar di hotel karena tempatnya memadai. Sama seperti saat pelaksanaan paripurna istimewa pidato kenegaraan atau Hari Jadi KBB. "Soal anggaran saya belum dapat laporan, karena itu bicara angka maka saya tidak mau ngarang-ngarang, harus pasti," timpalnya.
Salah seorang warga yang datang ke lokasi pelantikan, Dadang Nurdiansah (49) memperkirakan jika anggaran untuk pelantikan anggota DPRD KBB di hotel berbintang sekelas Mason Pine tidak akan kurang dari Rp 150 juta. Apalagi ditambah dengan disiapkannya kamar untuk menginap para anggota DPRD terpilih selama satu malam. Kondisi ini dinilai sebuah pemborosan terlebih APBD KBB tahun ini sedang mengalami defisit.
"Sayang aja kalau uang ratusan juta habis dalam sehari. Padahal kan bisa saja memilih hotel yang lebih murah, atau memakai ballroom di kompleks pemda sehingga bisa menghemat anggaran. Masih banyak hal-hal lain yang lebih penting untuk diperhatikan di masyarakat," ucapnya.
Sesaat sebelum proses pelantikan, kejadian tak mengenakan didapat para awak media yang hendak meliput. Sebab para jurnalis yang biasa bertugas di Cimahi dan KBB tidak bisa masuk ke lokasi pelantikan dengan alasan tidak membawa Id Card khusus yang disiapkan oleh pihak Sekretaris Dewan (Sekwan) KBB.
Jurnalis yang kecewa akhirnya hanya duduk-duduk di tangga pintu masuk hotel bintang lima tersebut. Mereka menuding tidak bisanya melakukan peliputan anggota DPRD KBB terpilih itu, karena ketida beresan humas Sekwan KBB dalam pendistribusian Id Card. Semestinya diagenda penting seperti pelantikan anggota DPRD yang dilakukan lima tahun sekali, undangan atau ID Card didistribusikan jauh-jauh hari.
"Ini ga beres, masa masuk pake Id Card kantor tidak bisa. Alasannya harus ada Id Card khusus tapi saya tidak pernah ada yang memberi atau mengundang secara resmi," kata jurnalis Radio Elshinta, Agus Sudrajat Sahir.
Dirinya sempat berdebat di pintu masuk dengan harapan bisa diperbolehkan masuk. Namun usaha itu sia-sia karena tetap agar bisa masuk harus ada Id Card yang dikeluarkan Sekwan KBB. Menurutnya, berbeda dengan kabupaten/kota lain, proses pelantikan anggota DPRD ini biasanya ada surat undangan yang ditujukan ke redaksi. "Kalau yang Cimahi ada undangan langsung ke kantor, yang KBB ini nggak ada," sambungnya.
Terkait hal ini, Sekretariat Dewan (Sekwan) KBB, Rony Rudyana menyebutkan pihaknya telah menyebarkan 750 undangan termasuk 150 Id Card untuk wartawan. Semestinya Id Card itu sudah diterima oleh masing-masing jurnalis yang biasa bertugas di KBB. Dirinya mengaku, baru mendengr adanya jurnalis yang ditolak masuk ke lokasi pelantikan sehingga ini akan menjadi perhatiannya ke depan supaya tidak terulang lagi. "Id Card untuk media itu sudah disiapkan sebanyak 150 kartu. Mungkin ini kelemahan petugas kami di humas Sekwan yang kurang komunikatif dan proaktif dalam penyampaiannya. Ini jadi koreksi kami supaya di kemudian hari tidak terulang," tururnya.