Kamis, 2 Mei 2019 11:04

Lagi, Petugas Pemilu di Bandung Barat Meninggal

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi.
ilustrasi. [net]

Limawaktu.id - Kabar duka soal Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 datang dari Kabupaten Bandung Barat.

Kali ini, seorang Endang (74), petugas pengaman Tempat Pemungutan Suara (TPS) 11, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) meninggal dunia, Selasa (30/4/2019) malam. 

Baca Juga : Ini Tiga Persoalan Fundamental Kota Cimahi Saat Ini  

Korban dipastikan mengalami kelelahan setelah bertugas mengawal Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), 17 April lalu.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cisarua, Dedi Junaedi mengungkapkan, Endang sempat dirawat di beberapa rumah sakit seperti di RSUD Cibabat, RSUD Lembang dan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Namun, akhirnya korban tidak tertolong dan menghembuskan napas terakhir.

Baca Juga : Santunan Bagi KPPS 'Gugur' di Kota Cimahi Belum Cair, ini Sebabnya!

"Riwayat (penyakit) sebelumnya saya gak tahu. Setelah menjadi petugas PAM TPS, (korban) mengalami kelelahan dan diagnosa stroke," ujarnya saat dihubungi via sambungan telepon, Kamis (2/5).

Dikatakannya, sehari setelah pencoblosan, Endang mulai mulai mengeluhkan sakit, dan langsung dilarikan ke RSUD Cibabat, Kota Cimahi. Namun, keluarga mengambil keputusan untuk membawa pulang pasien.

Baca Juga : Animo Masyarakat Cimahi Coblos Kertas dan Celup Tinta pada Pemilu 2019 Lampaui Ekspektasi

"Bukan karena alasan biaya karena sudah ditanggung pihak desa. Tapi keluarga khawatir karena almarhum saat di rumah sakit tidak bisa diam. Kemungkinan gak betah karena sampai mencabut infusan. Pihak desa juga udah mengingatkan," jelasnya.

Setelah dua hari dipulangkan, saat itu korban mendapatkan perawatan dari petugas Puskesmas yang berkunjung ke rumahnya. Selasa (30/4) pagi, petugas kesehatan menyarankan agar Endang dibawa ke rumah sakit sebab kondisinya yang harus dirawat. Akhirnya Endang meninggal Selasa (30/4) malam.

"Ini harus segera dirujuk ke rumah sakit, mau tidak mau dicandak ka (rumah sakit) Lembang terus dicandak ke rumah sakit Hasan Sadikin," ungkapnya. 

Saat ini, lanjut dia, pihaknya akan mengurusi berkas-berkas untuk keperluan pemberian santunan kepada korban yang berprofesi sebagai buruh. "Sekarang saya mau urus-urus berkas buat santunan ke almarhum," katanya.

Dedi menambahkan, di wilayah Cisarua terdapat 10 orang penyelenggara pemilu yang dirawat di rumah sakit dan berobat jalan. Akibat mengalami kelelahan sehabis bertugas di Pemilu.

Baca Lainnya