Sabtu, 20 April 2019 12:11

KPU Kota Cimahi Masih 'Mentah' Selenggarakan Pemilu 2019

Reporter : Fery Bangkit 
Proses Setting Logistik Di Gedung SGS Hardjuno, Jalan Encep Kartawiria
Proses Setting Logistik Di Gedung SGS Hardjuno, Jalan Encep Kartawiria [ferybangkit]

Limawaktu.id - Politisi Partai Demokrat, Edi Kanedi menilai, kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) kali ini kurang matang.

Hal yang paling disoroti Anggota DPRD Kota Cimahi itu adalah kinerja KPPS yang menurutnya tidak profesional. Permasalahan itu, kata dia, karena kurang maksimalnya Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilakukan KPU Kota Cimahi.

Baca Juga : KPU Cimahi 'Ogah' Keluar Uang untuk Pengadaan Formulir DAA.1, Rekap Suara Pemilu pun Ditunda 

"Saya kira KPPS ini kerjanya tidak profesional. KPU Cimahi juga kayanya gak maksimal melakukan pelatihan," kata Edi, Sabtu (120/4/2019).

Salah satu yang paling membuatnya 'berang' adalah, ada warga masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), namun tidak bisa menyalurkan hak pilihnya pada 17 April lalu. Salah satunya terjadi di TPS 109 RW 21, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Ada 51 warga yang tidak menerima form C6 atau formulir undangan mencoblos.

Baca Juga : Jumlah DPTb dan DPK Pemilu di KBB Diluar Prediksi KPU

"Temuan itu berdasarkan hasil temuan tim di lapangan, bahwa ada 51 warga yang tidak terima undangan C6, jadi mereka tidak bisa mencoblos," ungkap Edi.

Alasan tidak diberikannya DPT itu, kata Edi, karena warga yang bersangkutan tidak ada di rumahnya. Sedangkan petugas KPPS sudah bolak balik sampai tiga kali. "Pengakuan KPPS juga karena warga itu tidak ada di rumah. Logikanya kalau tidak ada, undangan itu kan bisa dimasukkan ke bawah pintu, bukannya dibawa pulang lagi dan tidak diberikan," bebernya.

Baca Juga : Diduga Kelelahan, Petugas KPPS di Kab Bandung Meninggal Dunia

Dia mengaku warga yang tidak punya C6 akhirnya mencoblos menggunakan KTP, setelah berdebat panjang dengan petugas KPPS. "Tapi akhirnya ada 38 orang yang mencoblos, itu mereka pakai KTP. Sedangkan 13 orang lagi betul-betul tidak mencoblos. Saya kira KPPS ini kerjanya tidak profesional," tuturnya. 

Sebelumnya, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cimahi, Jusapuandy juga menyebutkan KPU Kota Cimahi kurang siap dalam menyelenggarakan Pemilu 2019. Hal itu terbukti dari banyaknya permasalahan di lapangan sebelum dan saat pelaksanaan pemungutan suara.

"KPU ini kurang siap, kurang matang," ucapnya.

Ketua KPU Kota Cimahi, Mochamad Irman, mengaku belum dapat laporan soal adanya DPT yang tidak diberikan oleh KPPS ke warga di RW 21 Kelurahan Melong maupun tidak datangnya petugas KPPS ke RSUD Cibabat. 

"Belum dapat laporan sampai saat ini. Mesti dicek dulu, nanti saya coba hubungi Ketua KPPS-nya," kata Irman. 

Baca Lainnya