Rabu, 6 Juni 2018 18:42

KPU Kota Cimahi Kembalikan Puluhan Surat Suara Pilgub Jabar 2018, ini Alasannya!

Reporter : Fery Bangkit 
Pelipatan surat suara pilgub Jabar yang dilakukan sekitar 44 petugas dari KPU Cimahi.
Pelipatan surat suara pilgub Jabar yang dilakukan sekitar 44 petugas dari KPU Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi menemukan 74 surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 di Kota Cimahi yang rusak.

Penemuan tersebut berdasarkan hasil pelipatan yang dilakukan sekitar 44 petugas. Pelipatan dimulai sejak Kamis (31/5/2018), dan selesai pada Senin (4/6/2018).

Baca Juga : Lipat Surat Suara Pilgub Jabar 2018, KPU Kota Cimahi Libatkan Warlok

"Senin kemarin selesai. Ada sebanyak 74 lembar (yang rusak)," kata Komisioner KPU Kota Cimahi, Sri Suasti saat dihubungi via sambungan telepon, Rabu (6/6/2018).

Sebelumnya, KPU Kota Cimahi menerima sebanyak 374.587 eksemplar surat suara yang dikemas dalam 188 kardus. Dari jumlah tersebut, hanya 74 yang rusak. Sementara 374.513 surat suara telah dikemas dalam plastik.

Baca Juga : Polri-TNI Sinergi Jaga Ketat Proses Pelipatan Surat Suara Pilgub Jabar 2018 di Cimahi

Dikatakan Sri, 74 surat suara pilgub Jawa Barat 2018 yang rusak telah dikembalikan ke KPU Provinsi Jawa Barat. "Yang rusak itu harus diserahkan ke provinsi. Nanti ada pengganti. Provinsi yang mengganti," terang Sri.

Dijelaskannya, surat suara yang rusak di antaranya ada yang sobek, warna benderanya yang buram dan ada semacam bercak hitam serta ada yang belum tergunting.

Baca Juga : Anggaran KPU Jabar Rp 1,16 Triliun, Dukungan UNPAD setara Rp 20 Triliun

Setelah selesai pelipatan, maka selanjutkan akan ada penyortiran surat suara untuk setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). TPS di Cimahi mencapai 983.

Namun, pihaknya belum memastikan kapan proses penyortiran itu berlangsung. Pasalnya, sampul surat suara hingga kini belum diterima dari KPU Provinsi Jawa Barat.

KPU Kota Cimahi baru menerima surat suara, tanda segel, tinta dan hologram.
"Belum tau kapan akan masuknya (sampul). Jadi kita menunggu saja dari provinsi," tandas Sri.

Baca Lainnya