Selasa, 10 April 2018 13:23

KPU KBB Menjawab Kritikan, Begini Alibinya

Reporter : Fery Bangkit 
Ketua KPU KBB, Iing Nurdin.
Ketua KPU KBB, Iing Nurdin. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- kritikan tajam yang dialamatkan terhadap Komisi Pemilihan Umum (kpu) Kabupaten Bandung Barat (kbb) ditanggapi santai oleh Sang Ketua, Iing Nurdin.

Ia secara tegas membantah tudingan sejumlah pihak yang mengatakan bahwa KPU KBB tidak serius dalam menyosialisasikan pelaksanaan Pemilihan Bupati/Wakil Bupati KBB 2018.

Baca Juga : 52% Pemilih di Bandung Barat Masuk Kategori Galau

"Biasa saja, kritik itu jadi bahan kita untuk perbaikan berbuat lebih maksimal," kata Iing saat dihubungi via telepon, Selasa (10/4/2018).

Iing menyangkal, belum menyeluruhnya informasi terkait pelaksanaan Pilkada 2018, yakni 27 Juni 2018 bukan lantaran lemah dalam sosialisasi. Tapi, kata dia, pelaksanaan sosialisasi itu berdasarkan tahapan-tahapan yang telah ditentukan.

Baca Juga : Panwaslu KBB Temukan 13 Pelanggaran pada Pilkada KBB 2018, Satu Di antaranya Libatkan ASN

"Kalau kemudian kita menyampaikan misal sosialisasi door to door yang sudah kita sampaikan pada saat pemutakhiran data pemilih," ujarnya.

"Kemudian kita menggunakan kawan-kawan PPK PPS, kemudian nanti ke depan kita akan cetak brosur, baliho dan lain sebagainya. Ini strageri kita," tambah Iing.

Baca Juga : Warga Minim Informasi Pilkada, KPU KBB Diberondong Sentilan Termasuk dari Abubakar

Lantas, akankah target 77% partisipasi masyarakat dalam memilih akan tercapai? Iing menjawab, pihaknya sangat optimis bila target itu akan terealisasi saat pemilihan nanti.

KPU KBB juga meminta peran lebih dari Pemerintah Daerah (Pemda) KBB untuk ikut menyosialisasikan terkait Pilkada serentak 2018 ini. Selain itu, pihaknya juga mengklaim telah menggandeng sejumlah komunitas dan LSM di Bandung Barat.

"Kami punya keyakinan itu (target 77%)," ucap Iing.

Sebelumnya, sejumlah pihak seperti Bupati Bandung Barat, Abubakar mengkritik kinerja KPU KBB. Menurut orang nomor satu di Bandung Barat itu, sosialisasi tentang Pilkada 2018 hanya sebatas formalitas saja. "Belum mengena dan efektif," ujar Abubakar.

Baca Lainnya