Sabtu, 19 Mei 2018 19:03

Kompetisi Tim Paslon di TPS bakal Ketat

Reporter : Jumadi Kusuma
Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat pada acara Bintek Pemungutan, Penghitungan, dan Rekapitulasi Suara Pilgub Jabar 2018 di Hotel Mason Pine Jl. Raya Parahyangan Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (19/5/18).
Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat pada acara Bintek Pemungutan, Penghitungan, dan Rekapitulasi Suara Pilgub Jabar 2018 di Hotel Mason Pine Jl. Raya Parahyangan Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (19/5/18). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Kompetisi antar paslon di tps pada hari pemungutan suara 27 Juni mendatang diperkirakan sangat tinggi. Para Paslon akan menyiapkan tim terbaik untuk mengawasi dan mengamankan kepentingan mereka.

Kondisi ini perlu diantisipasi penyelenggara pemilu, khususnya KPPS, antara lain melalui persiapan administrasi peristiwa dan hasil di TPS, baik tulisan maupun substansinya.

Baca Juga : Posisi Survey Selalu 'Buncit', Begini Respon TB Hasanudin Saat Ditanya Elektabilitas

Demikian antara lain dikemukakan Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat pada acara Bintek Pemungutan, Penghitungan, dan Rekapitulasi Suara pilgub Jabar 2018 di Hotel Mason Pine Jl. Raya Parahyangan Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (19/5/18).

Menurutnya persiapan pengadministrasian menjadi momentum penting, sehingga pihaknya melakukan lima kali simulasi di lima tempat berbeda.

Baca Juga : Debat Pilgub Jabar di Depok dekat Mako Brimob Tidak Terpengaruh Teroris

Upaya itu ditindaklanjuti dengan bintek pemungutan, penghitungan, dan rekapitulasi suara di lima wilayah.

"Apalagi simulasi kemarin masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Misalnya daftar hadir yang belum valid atau mencampuradukkan pemilih di DPT dengan pemilih tambahan ber-KTP," ujarnya.

Baca Juga : Sambangi Cimahi, RK Bahas Soal Lapangan Pekerjaan

Yayat juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran untuk melayani disabilitas.

"Pelayanan yang kurang baik, bisa dinilai melanggar HAM dan memberi peluang pemungutan suara ulang," sebutnya.

Baca Juga : Rindu-Hasanah Sama-sama Optimis Raup Suara 60% di Cimahi

Sementara itu Komisioner Divisi Perencanaan dan Data, Ferdiman Bariguna menegaskan tantangan yang dihadapi KPU menjelang hari pemungutan suara, yakni pemilih tidak tahu terdaftar di TPS mana, pemilih tidak tahu alamat dan letak TPS, pemilih tidak mengikuti sampai akhir penghitungan suara di TPS tapi ingin mengetahui hasilnya, dan pemilih ingin mengetahui hasil perolehan suara lebih awal.

Untuk mengatasinya, ia menawarkan aplikasi Sijalih, yang bisa memberi informasi banyak hal kepada pemilih, termasuk lokasi TPS dan hasil penghitungan suara.

Namun Ferdiman juga mengingatkan potensi sengketa pada pilkada serentak nanti. Potensi itu di antaranya salinan C1 berbeda antara yang dipegang saksi dengan KPPS dan C1 plano, hilangnya C1 setelah penghitungan suara, serta kecurigaan terhadap mobilisasi pemilih pindahan dan pemilih tambahan.

Menurut Komisioner KPU Jabar Divisi Teknis, Endun Abdul Haq, kegiatan Bintek diikuti para Ketua, Komisioner Divisi Teknis, Komisioner Divisi Logistik, Kasubag Teknis, dan Operator Situng KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.

Baca Lainnya