Limawaktu.id,- Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cimahi, Yus Sutaryadi menilai, kaum perempuan cukup rentan terpengaruh oleh aktifitas money politic atau bagi-bagi sembako dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.
Padahal, aktifitas menerima atau pun memberikan dalam bentuk uang maupun sembako dalam perhelatan demokrasi jelas-jelas melanggar aturan.
Hal itu disampaikannya saat sosialisasi pengawasan partisipatif bagi kaum perempuan di Hotel Endah Parahyangan, Rabu (25/4/2018).
"Kaum perempuan sangat riskan sekali dalam hal menerima sembako. Mereka kan berpikirnya spontan, mumpung ada sembako gratis. Padahal dari sisi pelanggarannya luar biasa, bisa pidana," jelas Yus.
Untuk itu, terang Yus, dalam sosialisasi bagi kaum perempuan ini, pihaknya memberikan pemahaman seputar informasi-informasi berkenaan dengan Pilkada.
"Dengan adanya kegiatan ini, sengaja kami rangkul, kita mencerdaskan kaum perempuan," tuturnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Yus juga mengajak semua kaum perempuan di Kota Cimahi untuk mengawal dan mengawasi proses berjalannya pesta demokrasi.
Sebab, kata dia, keterlibatan perempuan sangat penting dan menjadi kunci utama untuk menyukseskan Pilkada serentak 2018.
"Sebagai masyarakat Cimahi harus mengawal Pilkada ini betul-betul harus jurdil dan berintegritas," pungkasnya.