Jumat, 17 Mei 2019 13:46

Ketua KPU Soal 'People Power':Ketidakpuasan, ada Jalurnya!

Reporter : Fery Bangkit 
Rekapitulasi Penghitungan Surat Suara Di PPK Cimahi Utara, Di GSG Hardjuno, Jalan Encep Kartawiria
Rekapitulasi Penghitungan Surat Suara Di PPK Cimahi Utara, Di GSG Hardjuno, Jalan Encep Kartawiria [ferybangkit]

Limawaktu.id - Belakangan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus diserang dengan isu kecurangan dalam proses penghitungan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. 

Bahkan, sempat mengemuka adanya seruan 'people power' dengan mengerahkan masa turun ke jalan untuk mempertanyakan hasil Pemilu 2019. Seruan itu digaungkan kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Baca Juga : Puji Kirana Larasati, Iwan Setiawan Pedagang Kelontongan yang Melenggang ke Kursi DPRD

Menyikapi hal itu, Ketua KPU Kota Cimahi Mochamad Irman angkat bicara. Ia menegaskan, KPU termasuk di Kota Cimahi sudah bekerja secara transparan dan sesuai aturan. Untuk itu, Irman meminta semua masyarakat Kota Cimahi tetap menunggu hasil penghitungan resmi dari KPU.

"Untuk di Cimahi, jauh dari hal-hal seperti itu yang digaung gaungkan (isu kecurangan). Di Cimahi sudah sesuai aturan," kata Irman saat dihubungi via sambungan telepon, Jumat (17/5/20219).

Baca Juga : Para Tokoh Agama di Cimahi dan KBB Sepakat Tolak 'People Power'

Jika ada ketidakpuasan atas hasil Pemilu, yang meliputi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) ini, kata Irman, silahkan untuk mengajukan protesnya menggunakan mekanisme seperti lewat Mahkamah Konstitusi (MK).

"(Masalah) ketidakpuasan sudah diatur segala macam, ada jalurnya. Kalau kita sih apalagi yang di kota/kabupaten, intruksinya dari atas (KPU RI), jalankan apa adanya, aturan kita laksanakan," pungkasnya.

Baca Juga : Memuaskan! Sentuhan ABS Bangkitkan Gairah Partai Demokrat Cimahi di Pileg 2019

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cimahi, KH Alan Nur Ridwan menuturkan, ia khawatir adanya seruan 'people power' itu malah akan menimbulkan perpecahan. Sebab menurutnya, Pemilu kali ini sudah berjalan aman dan lancar meski berbeda pilihan.

"Kami khawatir masyarakat terkena dampaknya. Yang jadi korban masyarakat Indonesia semua yang tidak tau apa-apa," ujarnya.

Untuk itu, dirinya mengajak semua masyarakat untuk tidak terpancing terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan perpecahan. Ia meminta tetap menunggu dan menghormati hasil penghitungan resmi KPU.

"Harapan kami kepada semua muslim menyerahkan sepenuhnya, soal perhitungan suara kepada KPU dan Bawaslu," tandasnya.

Baca Lainnya