Rekapitulasi Penghitungan Surat Suara Di PPK Cimahi Utara, Di GSG Hardjuno, Jalan Encep Kartawiria
Rekapitulasi Penghitungan Surat Suara Di PPK Cimahi Utara, Di GSG Hardjuno, Jalan Encep Kartawiria [ferybangkit]
Politik

Ketua KPU Soal 'People Power':Ketidakpuasan, ada Jalurnya!

Limawaktu.id - Belakangan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus diserang dengan isu kecurangan dalam proses penghitungan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. 

Bahkan, sempat mengemuka adanya seruan 'people power' dengan mengerahkan masa turun ke jalan untuk mempertanyakan hasil Pemilu 2019. Seruan itu digaungkan kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Menyikapi hal itu, Ketua KPU Kota Cimahi Mochamad Irman angkat bicara. Ia menegaskan, KPU termasuk di Kota Cimahi sudah bekerja secara transparan dan sesuai aturan. Untuk itu, Irman meminta semua masyarakat Kota Cimahi tetap menunggu hasil penghitungan resmi dari KPU.

"Untuk di Cimahi, jauh dari hal-hal seperti itu yang digaung gaungkan (isu kecurangan). Di Cimahi sudah sesuai aturan," kata Irman saat dihubungi via sambungan telepon, Jumat (17/5/20219).

Jika ada ketidakpuasan atas hasil Pemilu, yang meliputi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) ini, kata Irman, silahkan untuk mengajukan protesnya menggunakan mekanisme seperti lewat Mahkamah Konstitusi (MK).

"(Masalah) ketidakpuasan sudah diatur segala macam, ada jalurnya. Kalau kita sih apalagi yang di kota/kabupaten, intruksinya dari atas (KPU RI), jalankan apa adanya, aturan kita laksanakan," pungkasnya.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cimahi, KH Alan Nur Ridwan menuturkan, ia khawatir adanya seruan 'people power' itu malah akan menimbulkan perpecahan. Sebab menurutnya, Pemilu kali ini sudah berjalan aman dan lancar meski berbeda pilihan.

"Kami khawatir masyarakat terkena dampaknya. Yang jadi korban masyarakat Indonesia semua yang tidak tau apa-apa," ujarnya.

Untuk itu, dirinya mengajak semua masyarakat untuk tidak terpancing terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan perpecahan. Ia meminta tetap menunggu dan menghormati hasil penghitungan resmi KPU.

"Harapan kami kepada semua muslim menyerahkan sepenuhnya, soal perhitungan suara kepada KPU dan Bawaslu," tandasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer