Jumat, 30 Maret 2018 18:46

Ketua Komisi VII DPR RI: Rasa Kebangsaan Kita Sudah Luntur

Reporter : Fery Bangkit 
Sosialisasi '4 Pilar Kebangsaan' di Gedung GSK Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi, Jum'at (30/3/2018).
Sosialisasi '4 Pilar Kebangsaan' di Gedung GSK Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi, Jum'at (30/3/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Ketua komisi VIII dpr RI, Ali Taher Parasong menyatakan, kondisi kebangsaan Indonesia saat ini begitu memprihatinkan. Menurutnya, penyebabnya ialah arus globalisasi yang mempengaruhi alam pikiran bangsa ini.

Hal tersebut disampaikan politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) itu usai memberikan materi '4 Pilar Kebangsaan' di Gedung GSK Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi, Jum'at (30/3/2018).

Baca Juga : Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan oleh H.Yadi Srimulyadi

"Rasa kebangsaan sekarang ini sudah mulai luntur dimana-mana. Nasionalis kita semakin menyempit," ujar Ali.

Indonesia, yang dipenuhi dengan berbagai latar belakang sosial, budaya, agama, butuh peran dari berbagai elemen untuk menyatukan dan menumbuhkan kembali rasa nasionalime.

Baca Juga : Kata Dede Yusuf, Munculnya Kasus SARA Karena Pemahaman Yang Sempit

"Perlu adanya kesadaran baru untuk mewujudkan Indonesia yang lebih humanis, Indonesia yang memperhatikan seluruh kekuatan dalam kemajemukan," kata Ali.

Menurutnya, salah satu cara untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap bangsa ialah dengan terus menyosialisasikan '4 Pilar Kebangsaan', yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang-undang Dasar 1945 dan Negara Kesatuan Indonesia (NKRI).

Baca Juga : Relawan IMI Perjuangkan Kebhinekaan dan Kebangsaan

Dikatakan Ali, peran pemuda atau disebut generasi milenial yang cerdas dan berkualitas, akan mampu berperan lebih untuk membangun kesadaraan bangsa ini.

"Lewat kampus, seperti Unjani ini, menajdi salah satu pintu untuk membangun kesadaran itu di kalangan kampus," tuturnya.

Baca Lainnya