Senin, 20 Mei 2019 18:11

Kencang Rencana Aksi 'People Power' atau GNKR, Pengamat:Tidak Elegan!

Reporter : Fery Bangkit 
Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Arlan Siddha
Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Arlan Siddha [ferybangkit]

Limawaktu.id - Rencana aksi 'people power' berbalut Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) yang rencananya digelar 22 Mei mendatang dinilai merupakan cara tak elegan dalam menyikapi hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019).

Hal itu disampaikan Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Arlan Siddha saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (20/5/2019). Menurutnya, sejak seruan itu digulirkan untuk menolak hasil Pemilu, justru malah tidak membuat nyaman di tengah masyarakat.

Baca Juga : Baliho Raksasa Kemenangan Prabowo-Sandi juga Terpasang di Cimahi

"Ini kan konteksnya memprotes dan bermuara ke mengubah hasil Pemilu. Justru salah kalau seperti itu, tidak elegan," kata Arlan.

Menurut Arlan, seruan 'people power' yang sekarang berganti menjadi GNKR jelas-jelas tidak sesuai dan melanggar konstitusi. Jika memang tida puas dengan hasil Pemilu, kata dia, alangkah lebih bijak bila mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga : Baliho Kemenangan Prabowo-Sandi Ditertibkan Satpol PP, ini Sebabnya!

"Kalau memang merasa ada kecurangan, tempuh secara konstitusional. Jangan dengan mengerahkan masa, karena dianggap inkonstitusional," jelasnya. 

Dampak terburuknya, pihak-pihak yang terlibat dengan gerakan tersebut bisa dikenakan pasal yang bertentangan dengan Undang-undang, seperti pasar makar. "Contohnya sudah ada sekarang. Memang ada kecurigaan dari oposisi kalau apa yang dilakukan mereka langsung diproses bahkan dipidana, tapi itu juga sesuai dengan aturan dan undang-undang," bebernya.

Menurutnya, peran pihak keamanan dan tokoh masyarakat sangat penting untuk meredam seruan 'people power. "Nah peran ulama itu disitu, meredam dan menjaga kondusifitas. Tapi mudah-mudahan berjalan lancar dan hanya aksi demonstrasi biasa saja," tandasnya.

Baca Lainnya