Jumat, 27 Juli 2018 17:50

Kecewa Sikap DPC Partai Hanura, Anggota DPRD Kota Cimahi ini Nyaleg Lewat Partai Lain

Reporter : Fery Bangkit 
Lambang Partai Hanura.
Lambang Partai Hanura. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Anggota DPRD Kota Cimahi, Nurhasan pindah partai dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Selain itu, ada juga nama Neng Cucu yang juga pindah partai.

Saat mengikuti Pileg 2014, keduanya maju lewat Partai Hanura. Namun, saat pendaftaran Pileg 2019, keduanya mendaftar lewat Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jum'at (27/7/2018), Nurhasan membenarkan hijrahnya dirinya dari Partai Hanura ke PPP. "Benar, saya pindah partai karena saya kecewa tidak dihargai oleh Hanura Cimahi," ujarnya.

Nurhasan 'blak-blakan' tentang alasannya pindah partai. Ia mengaku kecewa terhadap sikap DPC Partai Hanura Kota Cimahi. Menurutnya, Hanura tidak memberi kejelasan pencalegan dirinya pada Pileg 2019.

"Merasa ada sesuatu, saya putuskan ikhtiar politik dan mendapat tempat di PPP," katanya.

Dia pun membeberkan kronologis permasalahan di Hanura, khususnya saat musim Pileg seperti ini. "Pada sosialisasi pencalegan yang dilakukan KPU Kota Cimahi ke kantor DPC P-Hanura Kota Cimahi 3 Juli 2018, saya sudah membawa persyaratan dokumen pendaftaran Caleg. Kata panitia, nanti saja," ungkapnya.

Nurhasan mengkonfirmasi ke Ketua DPC Partai Hanura Kota Cimahi Suhadi, tidak ada jawaban memuaskan. Termasuk informasi dirinya digeser ke Daerah Pemilihan (Dapil) lain dan posisinya bakal digantikan mantan pejabat Pemkot Cimahi.

"Infonya, posisi saya bakal digantikan oleh mantan pejabat Pemkot Cimahi yang dinilai lebih bagus. Saya konfirmasi, ketua tidak bisa jelaskan. Manajemen partai harusnya menargetkan memperoleh suara sebanyak mungkin untuk kursi di DPRD Kota Cimahi. Kalau pimpinan pintar, menempatkan orang yang berpotensi meningkatkan suara.  Saya sudah petahana sebagai dewan 3 periode, mestinya tidak digeser," beber Nurhasan.

Terkait masa kerja di DPRD Kota Cimahi, lanjut Nurhasan, pihaknya terbuka menerima konsekuensi. "Siap kalau harus pergantian antar waktu (PAW) asal sesuai aturan," katanya.

Baca Lainnya