Kamis, 28 September 2017 14:07

Kata Ali Hasan, ‘Saya Yakin Golkar Bakal Pecah di Jawa Barat’

Ditulis Oleh Fery Bangkit 
 Ali Hasan, Ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi
Ali Hasan, Ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi [Dok Pibadi]

Limawaktu.id,- Ketua DPD II Partai Golkar Kota Cimahi, Ali Hasan meyakini, perpecahan di tubuh Partai Golkar Jawa Barat akan terjadi, apabila DPP benar-benar mengeluarkan rekomendasi kepada Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien sebagai Bakal Calon Gubernur Jawa Barat 2018.

Pasalnya, sejak awal DPD I Partai Golkar Jawa Barat sudah membuat pernyataan dukungan terhadap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat tahun 2018.

"Kalau gak Dedi, saya yakin bakal terjadi perpecahan di Jawa Barat. Se-Jawa Barat kan sudah mendukung Dedi Mulyadi, sudah buat pernyataan semua di Karawang," ujar Ali saat dihubungi via telepon, Kamis (28/9/2017).

Belakangan ini, partai berlambang pohon beringin ini memang gaduh, karena beredar surat rekomendasi dari DPP Partai Golkar untuk mendukung Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien di Pilgub Jawa Barat 2018.

Surat rekomendasi tersebut tertera jelas tanda tangan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham.

Menurut Ali, surat rekomendasi yang beredar itu asli. Hanya saja belum dikeluarkan secara resmi oleh DPP Partai Golkar, karena belum diparaf oleh semua tim.

"Kata Pak Nurdin (Ketua Harian Partai Golkar) belum sah, belum diparaf semua tim. Siapa yang bilang bodong? Tanya aja sama Sekjen sama Novanto, neken gak? Diakui sama mereka ko," beber Ali.

Ali menyebutkan, penyebaran surat rekomendasi tertulis atas nama Ridwan Kamil dilakukan oleh oknum yang ingin membuat gaduh Partai Golkar.

"Yang salah bukan partainya, ini kan oknum yang membuat kegaduhan," ujarnya.

Khusus Partai Golkar di Kota Cimahi, lanjut Ali, munculnya surat rekomendasi tersebut pastinya berpengaruh di Cimahi. Apalagi, sejak awal Golkar Cimahi sudah mendukung dan mensosialisasikan pencalonan Dedi Mulyadi.

"Kalau Cimahi sekarang nunggu dulu kepastian Pak Dedi. Kita gak bisa gerak dulu ke bawah. Semua kader saya suruh tenang dulu," katanya. (kit)