Senin, 8 April 2019 11:31

Kampanye Terbuka Tak Disukai Pemilih 

Reporter : Bubun Munawar
Kampanye Terbuka Paslon capres dan cawapres nomor urut 01 dan 02
Kampanye Terbuka Paslon capres dan cawapres nomor urut 01 dan 02 [net]

Limawaktu.id - kampanye terbuka tidak terlalu disukai pemilih karena cenderung dimobilisasi dan pengaruhnya juga tidak terlalu signifikan dalam raihan suara. 

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago meragukan efektivitas kampanye terbuka yang diselenggarakan kubu paslon capres dan cawapres nomor 01 dan 02. 

Baca Juga : Elektabilitas Jokowi Stagnan, Prabowo Naik 

"Massa lebih memilih kampanye tatap muka atau berdialog secara langsung," katanya, seperti diwartawakan Republika, Senin (8/4). 

Dikatakannya, saat ini masing-masing kubu adu banyak menggalang massa untuk menyukseskan kampanye terbuka. Padahal ia menyimpulkan kampanye gaya lama seperti itu tak efektif.

Baca Juga : Kampanye di Banyumas, Puan Ungkap Jasa Jokowi 

Berdasarkan hasil survei Voxpol Center Research and Consulting menunjukan bentuk kegiatan kampanye yang disukai pemilih paling dominan adalah dialog tatap muka dengan kandidat sebesar 51,6 persen. Sementara model kampanye seperti kampanye terbuka dengan pengerahan massa hanya sebesar 10.8 persen.

Dia menjelaskan, hasil survei menunjukkan kampanye terbuka seringkali digunakan sebagai ajang gagah-gagahan dan unjuk kekuatan. Voxpol juga mendapati kampanye terbuka tidak punya korelasi positif dengan dukungan politik.

Baca Juga : Sandiaga Uno Janjikan Perubahan

Sebab, kata dia, mereka yang hadir sebagian besar sudah dipastikan akan mendukung kandidat yang bersangkutan, sisanya mereka hanya ikut-ikutan dan yang pasti model kampanye semacam ini tidak akan menambah asupan elektoral yang signifikan terhadap kandidat," ujarnya.

Dia mengingatkan pada para paslon dan timses supaya tidak terjebak pada ilusi merasa menang yang timbul dari kampanye terbuka. Sebab hadirnya massa yang besar biasanya menciptakan efek psikologis dukungan besar dan luas dari masyarakat.

"Padahal massa yang hadir jika kita bandingkan dengan jumlah persentase pemilih sangatlah sedikit dan belum seberapa dibandingkan yang hadir kampanye terbuka," ucapnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer