Sabtu, 18 Agustus 2018 19:25

Kader Persoalkan Penonaktifan dan Pemilihan Ketua DPC PDIP Kota Cimahi, TB Hasanudin:Tutup Lawang Si Gotaka

Reporter : Fery Bangkit 
 Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif DPC PDIP Kota Cimahi Dadan Kurniansyah menilai, ada kejanggalan dalam penonaktifan dan pemilihan Ketua DPC PDIP Kota Cimahi.
Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif DPC PDIP Kota Cimahi Dadan Kurniansyah menilai, ada kejanggalan dalam penonaktifan dan pemilihan Ketua DPC PDIP Kota Cimahi. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif DPC PDIP Kota Cimahi Dadan Kurniansyah menilai, ada kejanggalan dalam penonaktifan dan pemilihan Ketua DPC PDIP Kota Cimahi.

Pertama, kata dia, penonaktifan Denta Irawan dari Ketua DPC PDIP sangat aneh. Pasalnya, sejak disebut dinonaktifkan beberapa bulan lalu dan menunjuk Ketut Sustiawan sebagai Plh. Ketua DPC, Denta masih menjalankan tugasnya. Di antaranya menandatangani verifikasi partai peserta Pemilu ke KPU Kota Cimahi.

Baca Juga : Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi Bersaing jadi Ketua DPC PDIP Kota Cimahi

"Saat verifikasi itu Pak Denta masih menandatatangi ke KPU. Ada logika yang tidak masuk akal," kata Dadan saat ditemui di Baros, Sabtu (18/8/2018).

Kemudian soal penunjukan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna menjadi Ketua DPC PDIP Kota Cimahi. Menurut eks Ketua Tim Pemenangan Ajay-Ngatiyana saat Pilwalkot 2017 itu, mekanisme dalam pemilihan Ajay tidak sesuai dengan aturan partai. diantaranya tidak melibatkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan ranting partai.

Baca Juga : Ikut Konsol PDIP, Wali Kota Cimahi Kenakan Baju Merah

"Tanggal 8 Agustus kami sudah menyampaikan ke DPP bahwa dalam proses penjaringan calon ketua definitif itu belum mengakomodir aspirasi dari PAC dan ranting. Kami sampaikan dalam bentuk fakta-fakta yang bisa dipertanggungjawabkan jika kami dipanggil oleh DPP," beber Dadan.

Namun, dalam prosesnya setelah surat aspirasi tersebut, ternyata muncul surat rekomendasi bahwa Ajay M Priatna lah yang menjadi Ketua DPC PDIP Kota Cimahi. Dikatakannya, proses penonaktifan dan pemilihan Ketua DPC Kota Cimahi tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Baca Juga : Kantor PDIP Kota Cimahi Ngontrak Terus, TB Hasanudin Sindir eks Ketua DPC PDIP Kota Cimahi ?

"Hal ini sangat mengganggu dan kami kecewa," tandasnya.

Hal senada juga disuarakan Ketua PAC PDIP Kecamatan Cimahi Tengah, Cepi Gumilar.Ditegaskannya, penonaktifan Denta tidak sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Harusnya, kata dia, Denta diberikan kesempatan untuk mengklarifikasi terlebih dulu.

Baca Juga : Wali Kota Cimahi jadi Ketua DPC PDIP Kota Cimahi 'Orderan'

"Harusnya ada untuk klarifikasi atau membela diri, itu tidak ada proses seperti itu," tegasnya.

Kemudian alasan indisipliner atau mangkir dari tugas yang kerap disuarakan petinggi partai, menurut Cepi alasan tersebut tak masuk akal.

"Alasannya indisipliner tapi pada saat tanggal verifikasi ke KPU, beliau ada," ucapnya. 

Dikatakannya, banyak mekanisme partai yang dilangkahi soal penonaktifan dan pemilihan Ketua DPC PDIP Kota Cimahi. Seharunya, kata dia, masalah Dentalah yang harus dibereskan dulu.

"Harusnya ada rapat luar biasa, harusnya melibatkan semua struktural. Harusnya dibereskan dulu masalah penonaktifan apakah sudah beres belum," jelasnya.

Sebelumnya, dalam pengumunan Ajay sebagai Ketua DPC Kota Cimahi pada Sabtu (18/8/2018), Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanudin mengatakan, bahwa Denta Irawan tidak melaksanakan tugasnya. Kemudian ditunjulah Plh Ketua DPC.

Kemudian setelah dianggap indisipliner, pemilihan ketua definitif dimulai dengan mengirimkan lima nama ke DPP PDIP. Setelah melalui tes, terpilihlah Ajay sebagai Ketua DPC PDIP Kota Cimahi. TB Hasanudin mengklaim, pemilihan Ajay sudah melalui prosedur yang benar dan sesuai aturan.

"Kalau dipartai mah ya sudah selesai, tidak ada sesuatu yang perlu diperdebatkan. Prosedur sudah dilalui, keputusan sudah. Jadi selesai, tutup lawang si botaka," tandasnya.

Baca Lainnya