Jumat, 19 April 2019 18:12

Jumlah DPTb dan DPK Pemilu di KBB Diluar Prediksi KPU

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi.
ilustrasi. [net]

Limawaktu.id - Jumlah Pemilih yang masuk kategori Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) melebihi perkiraan Komisi Pemilihan Umum (KPU) KBB saat pelaksanaan pemungutan suara Pemilu serentak 17 April, lalu.

Awalnya, KPU KBB mencatat jumlah DPTb di Bandung Barat untuk Pilpres dan Pileg 2019 itu hanya sekitar 1.000 orang. Tapi nyatanya, jumlah itu melebihi data saat hari pelaksanaan pencoblosan.

Baca Juga : Bawaslu Cimahi Belum Terima laporan Pelanggaran Pemilu 2019

"Didata kami yang masuk itu cuma seribu sekian (DPTb), enggak taunya membludak," terang Ketua KBB, Adie Saputro saat dihubungi via sambungan telepon, Jumat (19/4/2019).

Selain DPTb, jumlah Daftar Pemilih Khusus (DPK) juga terpantau melebihi yang diperkirakan KPU KBB. Meski jumlahnya tak disebutkan, tapi menurut Adie, banyak sekali warga yang menyalurkan hak pilihnya menggunakan KTP-el atau pemilih kategori DPK.

Baca Juga : Kapolda Jabar dan Pangdam III/Siliwangi Pantau Logistik Pasca Pemungutan Suara di Cimahi

"Pemilih DPK ini berjubel. Padahal sewaktu kami data, jumlahnya tidak sebanyak itu," katanya.

Menurut Adie, permasalahan lebihnya pemilih yang menggunakan KTP-el itu disebabkan karena yang bersangkutan sulit ditemui saat pendataan. Ia mencontohkan, banyak pemilih yang tinggal di Kota Baru Parahyangan, tapi aktifitas sehari-harinya kebanyakan berada di luar kota. 

Baca Juga : KPU Cimahi 'Ogah' Keluar Uang untuk Pengadaan Formulir DAA.1, Rekap Suara Pemilu pun Ditunda 

"Pas kami datangi (di) rumahnya enggak ada, sehingga susah ditemui," jelasnya.

Membludaknya DPTb dan DPK itu berdampak pada kekurangan surat suara di beberapa TPS, meski akhirnya kekurangan itu bisa ditutupi dengan subsidi surat suara dari TPS lain.

Meski membludak, KPU tetap melayani pemilih DPTb dan DPK. Sebab, hal itu dibolehkan dalam Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilu yang diturunkan ke dalam PKPU tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara. 

Dalam UU Pemilu disebutkan beberapa macam pemilih DPTb, yakni pindah memilih karena menjalankan tugas pemerintahan di daerah lain, menjalani rawat inap atau keluarga pendamping, penyandang disabilitas di panti sosial, menjalani rehab narkoba, tahanan, siswa atau mahasiswa jauh dari rumah, pindah domisili hingga korban bencana.

Sedangkan DPK adalah warga yang mempunyai hak pilih, namun belum terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pemilih kategori ini bisa menggunakan hak pilihnya cukup membawa KTP-el ke TPS sesuai alamat KTP. Waktu mencoblosnya pukul 12.00-13.00 WIB.

"Menggunakan KTP (DPK), selama ada form A5 dan itu valid (DPTb), kami layani,” ucapnya.

Secara keseluruhan, lanjut Adie, proses pemungutan suara Pemilu 2019 di KBB berjalan lancar, meski ada kendala-kendala tadi. Jumlah DPT yang mencapai 1.190.084 jiwa ditambah DPTb dan DPK diklaimnya sangat antusias dalam menyalurkan hak pilihnya. 

Baca Lainnya