Kamis, 13 Juni 2019 10:51

Jelang Sidang Sengketa Pemilu, Kapolres Cimahi Soal Pergerakan Masa:Masih Negatif!

Reporter : Fery Bangkit 
Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara
Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara [ferybangkit]

Limawaktu.id - Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara meminta semua pihak untuk tetap menjaga kondusifitas jelang sidang Perselisihan Hasil Pemilu Umum (PHPU) oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu disampaikannya dalam apel Konsolidasi Ops Ketupat 2019 dan Persiapan Pengamanan Sidang PHPU di Lapangan Apel Polres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Kamis (13/6/2019). Pihaknya meminta untuk tetap menghargai perbedaan pilihan Pemilu.

Baca Juga : Dibalik Kekurangan, KPU dan MUI Cimahi Minta Hormati Hasil Pemilu 2019

Apel juga dihadiri Dandim 0609/Kabupaten Bandung, Letkol Arh Teguh Waluyo, dan perwakilan dari unsur Pemerintah Kota Cimahi serta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

"Kami imbau kepada seluruh elemen masyarakat, mari sama-sama menghargai dan mohon sama-sama jaga kondusifitas," imbuh Rusdy.

Baca Juga : Jokowi Menang Lagi, Tokoh Agama Hingga Elit Politik Cimahi-KBB Ucapkan Selamat

Dikatakan Rusdy, apel bersama antara unsur kepolisian, TNI dan pemerintah ini merupakan bentuk kesiapan untuk mengamankan tahapan lanjutan Pemilu di wilayah hukum Polres Cimahi, yakni Kota Cimahi dan KBB.

"Ini menandakan kesiapan kita untuk mengamankan pasca Pemilu, sambil menunggu keputusan MK," katanya.

Petugas berjabat tangan usai apel Konsolidasi Ops Ketupat 2019 dan Persiapan Pengamanan Sidang PHPU.

Baca Juga : Hakim MK Hanya Takut Kepada Allah dan Patuh pada Konstitusi

Sejauh ini, kata Rusdy, belum terlihat pergerakan masa dari Cimahi dan KBB. Namun, pihaknya tetap intens melakukan komunikasi dengan semua pihak agar proses sidang berjalan kondusif.

"(Pergerakan masa) masih negatif. Namun kamu tetap berupaya pendekatan, jalin komunsikasi supaya sama-sama jaga keamanan," ujarnya.

Sebagai upaya menjaga kondusifitas, lanjut dia, pihaknya juga kemungkinan bakal melakukan pencegatan masa yang bergerak melakukan aksi yang tidak diinginkan. Upaya pencegatan itu merupakan bagian dari preventif dan preemtif.

"Apapun bentuknya, upaya preventif dan preemtif tetap kita lakukan," tegasnya.

Seperti diketahui, sidang pendahuluan sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 akan berlangsung Jumat (14/6/2019).

Baca Lainnya