Senin, 19 Maret 2018 12:42

Jelang Pilgub Jabar 2018, Disdukcapil Kota Cimahi 'Kebut' Rekam 4 Ribu Warga

Reporter : Fery Bangkit 
Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Cimahi.
Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi terus mempercepat perekaman Kartu Tanda Elektronik (KTP-el).

Berdasarkan data Disdukcapil Kota Cimahi, dari Data Konsolidasi Bersih (DKB)
Semeseter II tahun 2017, jumlah penduduk Kota Cimahi mencapai 535.685, sementara yang wajib KTP-el 390.120.

Sementara yang sudah terekam berdasarkan DKB semester II tahun 2017 mencapai 386.117. "Kalau yang belum perekaman 4.003," terang Sekretaris Disdukcapil Kota Cimahi, Yosephina Dewanti, saat ditemui di Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Raden Hardjakusumah, Senin (19/3/2018).

Dikatakannya, mayoritas warga Cimahi yang belum melakukan perekaman ialah rata-rata usia yang baru menginjak 17 tahun atau pemilih pemula.

"Banyak pemula, kemudian yang lama sudah hampir habis," klaimnya.

Pihaknya menargetkan, sampai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2018, semua data tersisa yang belum terekam akan tuntas sesuai target.

Untuk mencapai target tersebut, Disdukcapil Kota Cimahi akan melakukan jemput bola menggunakan mobil keliling.

"InsyaAlloh target semua tercapai," ucap Yosephina.

Sementara sejauh ini, lanjutnya, perekaman KTP-el di Kota Cimahi rata-rata mencapai 75 orang. "Setiap kecamatan itu rata-rata 25 yang terekam," terangnya.

Sementara untuk jumlah KTP-el yang sudah dilakukan pencetakan, Yosephina enggan membeberkan jumlah pastinya. Intinya, kata dia, pencetakan akan terus dilakukan.

"Intinya, kita sehari nyetak 500-1.000. Blanko masih aman," katanya.

Namun, ia meminta, bagi warga yang KTP-el nya belum tercetak hingga Pilgub Jawa Barat 2018 untuk tidak panik. Pasalnya, ada Surat Keterangan (Suket) yang bisa digunakan untuk menyalurkan hak pilihnya nanti.

"Kita kasih suket, yang tidak dicetak. Suket bisa asal datanya sudah terekam," tegasnya.

Terakhir, Yosephina meminta bagi warga yang masih bermasalah dengan data dan sulit untuk mencetak KTP-el, seperti adanya kasus biometrik atau yang kemarin dalam proses pusat untuk segera melaporkannya.

Pelaporan bisa disampaikan kepada kelurahan, kecamatan maupun langsung ke Disdukcapil Kota Cimahi. "Saya mohon kepada penduduk yang masih belum, yang kemarin datanya biometrik atau proses pusat mohon segera aktif untuk melaporkan," imbuhnya.

Sementara untuk KTP-el yang hilang, terang dia, itu bisa diganti dengan yang baru. Syaratnya, ada surat keterangan kehilangan dari kepolisian dan pengantar dari pihak RT dan RW.