Selasa, 27 Februari 2018 14:15

Jaga Lembur Modal Sosial Hadapi Tantangan Pilgub Jabar 2018

Reporter : Jumadi Kusuma
Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat dalam Focus Group Discussion.
Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat dalam Focus Group Discussion. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Pemilihan Gubernur (pilgub) Jawa Barat 2018 dihadapkan pada berbagai tantangan, diantaranya berupa rayuan, hoaks, politisasi identitas SARA, dan radikalisme, demikian pernyataan Ketua KPU jabar Yayat Hidayat dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penegakkan Hukum Terhadap Pelanggaran Undang-undang No. 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, yang diselenggarakan Polda Metro Jaya di Hotel Faletehan Kebayoran Lama Jakarta, Selasa (27/2/18).

Menurut Yayat bahkan ada oknum penyelenggara pemilu yang terkena rayuan pembajak demokrasi sehingga mau menerima gratifikasi.

Baca Juga : Nomor Urut Paslon Pilgub Jabar 2018: RINDU 1, HASANAH 2, ASYIK 3, DUA DM 4

"Beredar berita-berita tidak benar, berkembang pula isu SARA, dan bahkan radikalisme, tapi tantangan itu bisa diatasi karena masyarakat Jawa Barat memiliki modal sosial, yakni komitmen terhadap nilai budaya "Jaga lembur", kaidah silih asah silih asih dan silih asuh, keberagaman dalam bingkai persatuan", jelasnya penuh optimisme.

Modal sosial itu harus digunakan penyelenggara pemilu, peserta pemilu, dan pemilih di Jabar.

Baca Juga : Panwaslu Kota Cimahi Ingatkan Kembali Wali Kota/Wakil Wali Kota Cimahi Bila Ingin jadi Jurkam Pilgub Jabar

"Berbekal modal sosial itu pula, KPU dan Bawaslu harus profesional, mandiri, dan berintegritas. Begitu pula peserta pemilu harus berintegritas, yakni memenangkan kompetisi dengan cara-cara yang demokratis. Sedangkan pemilih harus berintegritas dengan memiliki informasi dan wawasan yang cukup saat menentukan pilihan," tuturnya.

Nilai-nilai ini perlu diterapkan karena menurut Yayat, Pilgub Jabar harus menjadi sarana edukasi demokrasi, yakni adanya nilai-nilai yang menjadi rujukan dan pembelajaran tentang bagaimana berkompetisi dengan beradu gagasan secara damai. Demikian pula dalam peran sebagai wahana wisata politik, pesta demokrasi ini harus bisa dinikmati dan menghibur setiap orang.

Baca Juga : Lewat Pojok Pengawasan Partisipatif, Panwaslu Ajak Masyarakat Awasi Pilgub Jabar 2018

FGD yang dihadiri oleh para pejabat utama Polda, Kapolres dan Kapolsek, terutama yang terlibat langsung dalam Pilgub Jabar yakni Kota Depok dan Bekasi.

Narasumber lain yang ditampilkan adalah Ratna Dewi Petalolo dari Bawaslu RI dan Kompol Nur Said dari Bareskrim Polri.

Baca Lainnya