Selasa, 26 Maret 2019 16:17

Hasil Simulasi Pencoblosan:Petugas KPPS Butuh Pemahaman

Reporter : Fery Bangkit 
Simulasi Pencoblosan Pemilu 2019 di TPS 21, Jalan Terusan, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
Simulasi Pencoblosan Pemilu 2019 di TPS 21, Jalan Terusan, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi menyebutkan, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Cimahi belum paham sepenuhnya tentang teknis pemungutan dan penghitungan surat suara Pemilu 2019.

Masalah itu tergambar dari hasil evaluasi simulasi pemungutan dan penghitungan Pemilu 2019 di TPS 21, Jalan Terusan, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Sabtu (23/3/2019).

Baca Juga : Bawaslu Kecewa Sebab Peserta Pemilu Acuh STTP Kampanye Akbar

Komisioner KPU Kota Cimahi, Sri Suasti mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi simulasi kemarin, contoh simpel yang belum dipahami petugas KPPS adalah waktu pemungutan suara. Petugas KPPS mengira bahwa waktu pencoblosan itu selesai pukul 07.00-12.00 WIB untuk pemilih tetap, sedangkan pukul 12.00-13.00 WIB digunakan untuk pemilih tambahan.

"Padahal, untuk pemilih tetap juga waktu pencoblosannya sampai pukul 13.00 WIB. Hanya saja, ada pemilih tambahan pukul 12.00-13.00," terangnya saat ditemui di Baros, Kota Cimahi, Selasa (26/3/2019).  Agar hal itu tak terulang saat pencoblosan yang sebenarnya pada 17 April mendatang, KPU Kota Cimahi akan mengikusertakan para petugas KPPS dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan KPU RI.

Baca Juga : Menonjol Konflik, DPD RI Dinilai Kurang Berfungsi 

Hanya saja, tak semua petugas KPPS di Kota Cimahi diikusertakan dalam Bimtek nanti. Dari total 11.004 petugas KPPS yang ada, KPU hanya menyertakan 6.288 orang untuk ikut Bimtek. 

"Jadi dari 7 petugas per TPS, hanya 4 orang yang ikut Bimtek. Anggarannya hanya segitu dari KPU pusat. Jumlah TPS-nya ada 1.572," katanya.

Baca Juga : Masih Kurang, KPU KBB Targetkan Logistik Pemilu 2019 Terdistribusikan Awal April  

Hasil Bimtek nanti, kata dia, akan ditransformasikan kepada para petugas KPPS yang tak ikut Bimtek. "Selain Bimtek dari KPU RI, kita juga nanti ada pengarahan khusus," ujar Sri, seraya menambahkan bahwa semua petugas KPPS harus menguasai seputar pemungutan dan penghitungan.

Selanjutnya, kata Sri, yang harus jadi catatan evaluasi kemarin adalah hal teknis pencoblosan dan penghitungan. Seperti meja tempat penyimpanan surat suara yang terlampau tinggi, yang menyulitkan pemilih khususnya disabilitas kesulitan memasukan surat suara.

"Kemudian, pemilih juga masih bingung memasukan surat suara ke warna masing-masing sesuai jenis surat suara," katanya.

Selain itu, pemilih juga masih terlihat kebingungan dalam melipat surat suara yang memang terlampau besar. Melebihi bilik suara. Hal itu bisa terlihat dari durasi pencoblosan yang mencapai 8 menit per orang. 

"Pemilih masih agak lama dalam bilik. Proses buka lipat surat suara masih banyak yang bingung," ucapnya.

Kemudian yang tak kalah penting adalah penghitungan surat suara. Dalam simulasi kemarin, Ketua KPPS terlalu cepat dalam menyebutkan hasil pencoblosan sehingga para anggotanya keteteran dalam mencatat hasilnya. 

Baca Lainnya