Selasa, 13 Maret 2018 14:13

HASANAH Ungkit Kasus Intoleransi di Tasikmalaya, Uu Ngeles, Dijawab RK

Reporter : Jumadi Kusuma
Ridwan Kamil menjawab sanggahan Anton soal intoleransi di Jabar Selatan saat Debat Publik perdana Pilgub Jabar Senin (12/3) malam.
Ridwan Kamil menjawab sanggahan Anton soal intoleransi di Jabar Selatan saat Debat Publik perdana Pilgub Jabar Senin (12/3) malam. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Sesi tanya jawab antar calon pada Debat Publik Perdana Pilgub Jabar 2018 cukup seru dengan diwarnai pertanyaan yang sensitif, diantaranya kasus intoleransi di Tasikmalaya selama kepemimpinan Bupati Uu Ruzhanul Ulum yang juga Cawagub Rindu.

Cagub nomor urut 2 HASANAH, Tb. Hasanuddin mempertanyakan kasus tersebut kepada Paslon RINDU, Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum.

"Saya ingin bertanya soal intolerasnsi di Jabar Selatan tentang pembubaran oleh Satpol PP terhadap sebuah pengajian, bagaimana tanggapannya,?" tanya Hasanuddin.

Uu membantah membubarkan acara pengajian yang terjadi dirinya tidak memberikan izin.

"Pembubaran di Tasikmalaya tidak jadi, Majelis Ulama tidak memberikan izin pada kegiatan tersebut, dan sudah ada fatwa bahwa hal tersebut adalah tidak sesuai. Selaku kepala daerah, Saptol PP tidak membubarkan. Kami harus patuh pada ulama, artinya kami tidak mengeluarkan izin bukannya membubarkan acara tersebut ketika sudah jadi," jawab Uu.

Sementara itu Cawagub HASANAH Anton Charliyan membantah jawaban Uu.

"Yang terjadi di Tasikmalaya membuat negara seolah-olah mendukung intoleransi. Ini sangat berbahaya," sanggah Anton.

Ridwan Kamil tidak tinggal diam saat Anton menyanggah jawaban Uu.

"Kepemimpinan kami adalah dialog, perbedaan selalu ada komunikasi, kalau terpilih kami akan turun sebagai moderator. Perang ini adalah perang informasi," bela Ridwan.