Selasa, 16 Januari 2018 19:12

HASANAH Andalkan Elektabititas Jokowi dan PDIP

Reporter : Jumadi Kusuma
Ilustrasi
Ilustrasi [Net]

Limawaktu.id - Hanya PDI Perjuangan yang tidak melakukan koalisi partai politik dalam mengusung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada Pilkada 2018, dengan modal jumlah kursi terbanyak di DPRD Jabar yaitu 20 kursi cukup memenuhi tiket tanpa harus berkoalisi.

Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar dari PDI Perjuangan Mayjen TNI (Purn) H. Tubagus Hasanuddin dan Irjen Pol H. Anton Charliyan atau Hasanah berdasarkan hasil beberapa survey popularitasnya rendah dibanding bapaslon yang lain terutama Ridwan Kamil, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi.

Kendati demikian Ketua Tim Pemenangan Pasangan HASANAH Abdy Yuhana optimis memenangkan Pilgub Jabar dengan mengandalkan elektabilitas Presiden Joko Widodo dan PDI Perjuangan yang diklaimnya saat ini tertinggi diantara parpol lainnya.

Diketahui pada Pilpres 2014 di Provinsi Jawa Barat, perolehan suara Joko Widodo - Jusuf  Kalla 40,22 % kalah dari Prabowo Subianto - Hatta Rajasa  yang meraih suara 59,78%.

Sementara itu menurut Abdy berdasarkan survey terbaru elektabititas Jokowidodo dan PDI Perjuangan menggambarkan kondisinya berbeda dari Pilpres 2014, di mana Prabowo Subianto unggul di Jawa Barat.

Karenanya HASANAH akan dikampanyekan sebagai perwujudan Presiden Jokowidodo. “Kami inginkan bahwa Pak Hasanuddin akan ada irisan kuat sehingga rakyat akan memahami bahwa PDI Perjuangan Pak Hasanuddin, Jokowi ya Pak Hasanuddin,” tutur Abdy yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jabar ini.

 

Baca Lainnya