Senin, 26 Februari 2018 10:14

Hadapi Pilbup KBB 2018, Polres Cimahi Maksimalkan Peran Bhabinkamtibmas

Reporter : Fery Bangkit 
Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara.
Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Polres Cimahi akan memaksimalkan peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk mengamankan Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) 2018.

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, mengatakan, sesuai perintah pimpinan dalam upaya pengamanan wilayah, peran Bhabinkamtibmas sangat vital, sebab keberadaannya bersentuhan langsung di tengah-tengah masyarakat.

"Sehingga, peran bhabin harus dimaksimalkan untuk menciptakan kondusifitas di lingkungan," Kata, Rusdy, Senin (26/2/2018).

Meskipun jumlah anggota Polres Cimahi jumlahnya kurang ideal dengan luas wilayah yang meliputi Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat namun, tidak akan menjadi hambatan bagi kepolisian untuk menjalankan tugas dan fungsinya.

Saat ini, untuk dua wilayah Cimahi dan KBB, jumlah anggota Bhabinkamtibmas sebanyak 186. Degan penempatan satu desa/kelurahan satu anggota.

"Kalau untuk penambahan anggota jelas perlu. Tapi kita maksimal dulu yang ada. Sebab, kalau ada penindakan pasti ada bantuan dari polres maupun polda," tuturnya.

Menurut Rusdy, pengamanan wilayah ini tidak hanya pada saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) saja. Namun, dilakukan karena sudah menjadi tanggungjawab kepolisian.

"Saya sendiri akan turun langsung ke lapangan untuk, turut mengamankan wilayah," tegasnya.

Rusdy menjelaskan, mekanisme pengaman wilayah untuk Pilkada yakni, memberikan penyuluhan dan sosialisasi pentingnya pilkada damai.

"Sementara dalam pengamanan reguler, kita melaksanakan sambang desa kemudian memberikan penyuluhan terkait upaya-upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam, mewujudkan keamanan di wilayah masing-masing," jelasnya.

Menanggapi maraknya isu sara dari sejumlah oknum yang mengarah ke pemuka agama, lanjut Rusdy, Bhabinkamtibmas di setiap wilayah diwajibkan mengikuti solat lima waktu di masjid-masjid bersama warga. Akan tetapi bagi anggota yang non muslim, disiapkan mengawasi tempat-tempat ibadah lainnya seperti, vihara, pura, dan gereja.

"Tentunya harapan kami, keamanan wilayah bisa terkendali. Sehingga menimbulkan rasa nyaman kepada masyarakat," imbuhnya.