Jumat, 19 Januari 2018 15:09

Gunakan Isu SARA, Balon Bupati KBB Bisa Didiskualifikasi

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Limawaktu.id,- Penggunaan isu Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan (SARA) menjadi sorotan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017. Bahkan, isu yang lebih mendorong kepada hal-hal negatif tersebut mengundang keprihatinan dari berbagai pihak.

Isu SARA pun mungkin saja masuk dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat 2018. Tak ingin terjadi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menghimbau kepada seluruh Bakal Calon (Balon) dan tim sukses agar tidak menerapkan isu SARA dalam kampanye.

"Kalau isu SARA dimanapun, tidak hanya di KBB bisa saja diisukan. Kita menghimbau bapaslon dan tim sukses agar menjahui hal-hal berkenaan dengan isu SARA," imbuh Adie Saputro, Koordinator Divisi Teknis KPU KBB saat dihubungi via telepon, Jum'at (19/1/2018).
Ia mengajak semua pasangan calon dan tim sukses untuk melakukan kampanye sehat. Tentunya dengan gagasan-gagasan positif.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, KPU KBB juga telah dan akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan sejumlah stakeholder terkait.

"Kita memininimalisir terjadinya gesekan di lapangan. Untuk itu kami mengawali persiapan Rakor," ujar Adie.

Sanksi sendiri menanti bagi para pasangan calon dan tim sukses apabila melakukan pelanggaran kampanye, termasuk menggunakan isu SARA. Sanki tertera jelas dalam Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

"Sanksi ada pelanggaran tertulis, lisan bahkan kalau pelanggarannya dinilai berat oleh Panwaslu bisa saja didiskualifikasi," tandasnya.