Rabu, 13 Desember 2017 15:19

Golput Pilwalkot Bandung 20%

Reporter : Jumadi Kusuma
Suharti, Komisioner KPU Kota Bandung Divisi Teknis.
Suharti, Komisioner KPU Kota Bandung Divisi Teknis. [limawaktu]

Limawaktu.id, - Sebesar 19,98 % warga Kota Bandung tidak akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandung 2018. Demikian hasil studi tentang Prediksi Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Walikota Bandung Tahun 2018 yang dipublikasikan oleh KPU Kota Bandung, yang bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung.

Laporan hasil studi tersebut menggunakan metode penelitian kuantitatif dan design cross-sectional survey dengan sample 400 orang dari 6 Kecamatan di Kota Bandung melalui teknik stratified random sampling.

Menyikapi hasil studi tersebut, Suharti, Komisioner KPU Kota Bandung Divisi Teknis menyatakan, warga Kota Bandung yang tidak akan menggunakan hak pilihnya atau golongan putih (golput) itu terbagi dalam dua kategori.
"Di Kota Bandung golput itu ada dua, yaitu karena idealisme dan kondisi. Kondisi tidak ada ditempat pada waktu pemilihan karena Kota Bandung memang kota urban apalagi pilwalkot sepuluh hari sesudah lebaran, biasanya masih pada mudik," ujarnya.

Untuk mengantisipasinya, KPU Kota Bandung sudah melakukan sosialisasi dan edukasi secara berkelanjutan ke komunitas dan masyarakat terkait Pilwalkot dan Pilgub yang bersamaan dengan waktu mudik, selain itu faktor pasangan calon juga mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih, "KPU sarankan ke parpol untuk mengusung pasangan calon yang berkualitas dan disukai masyarakat dan bisa mengajak masyarakat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS)," tambah Suharti, saat jumpa pers pada Kegiatan Sosialisasi Pencalonan, di Hotel Ibis Style Kota Bandung beberapa waktu lalu. (jk)*

Baca Lainnya