Kamis, 26 April 2018 18:04

Golkar Incar Kaum Milenial

Reporter : Jumadi Kusuma
 Diskusi Publik di Cafe Halaman, Jalan Tamansari, Bandung, Kamis (26/4/18).
Diskusi Publik di Cafe Halaman, Jalan Tamansari, Bandung, Kamis (26/4/18). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Ketua DPD Partai Golkar, H Deden Y Hidayat SE, MM menyatakan strategi untuk menyasar kaum Milenial Kota Bandung sudah lebih dulu dilakukan sebelum Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menggelorakan program 4G sebagai strategi utama partai.‎ Salah satu langkahnya yaitu merombak kepengurusan partai dengan memberikan posisi bagi politisi muda.

"40 persen Pengurus Golkar Kota Bandung anak muda, memang sudah berjalan dan sekarang kita juga sedang menyesuaikan ke 4G dan buat Kota Bandung tidak terlalu sulit karena sudah berjalan," kata Deden usai berdiskusi di Cafe Halaman, Jalan Tamansari, Bandung, Kamis (26/4/18).

Deden menuturkan potensi kaum milenial cukup signifikan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 ini. Dia pun mematok target mampu menambah sekitar 39 ribu suara di Kota Bandung baik untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) ataupun Pemilihan Gubernur (Pilgub).

Target tersebut dirasa Deden sangat realistis mengingat keberadaan pemilih pemula masih mencair di Kota Bandung. Dari data yang diperolehnya, hanya sebesar 28 persen warga yang sudah menentukan pilihannya. Sehingga dia akan meraup sebesar-besarnya dukungan dari 72 persen warga yang masih belum menentukan sikap.

"Di Pileg 2014 kita dapat 131.891 suara dan mendapatkan jatah 11,9 persen kursi di DPRD. Untuk Pilwalkot dan Pilgub ini di Kota Bandung target kita naik 30 persen lagi dari 2014," urainya melanjutkan.

Deden menuturkan, sesuai arahan dari Airlangga, dia akan mendongkrak percepatan pembangunan termasuk di internal partai dengan menggenjot suara milenial melalui program 4G, yakni optimalisasi perubahan dan kemajuan teknologi berbasis digital.

Kemudian, Deden sudah menyiapkan rancangan strategi untuk mengelola kaum milenial yang banyak beraktifitas melalui internet. Namun, teta tidak meninggalkan langkah konvensional guna memperkuat kader Partai Golkar dari kaum non milenial.

"Strateginya bisa melalui formal atau bisa memberikan ruang kepada generasi muda, sebagai proses pembelajaran, pendewasaan dan kemandirian, dan yang bersifat formal‎ tentu lewat program partai. Media center ada 6 enam program, dan salah staunya adalah di dunia media sosial, memang komunikasi tidak melulu digital tetep ada komunikasi konvensional, karena kondisi real masyarakat," bebernya.

Dipaparkan Deden, program 4G yang diusung oleh pengurus pusat juga menekankan agar partai lebih terbuka bagi kawula muda. Selain itu, proses penerimaan juga lebih adil dengan mempertimbangkan kualifikasi kaun muda yang mampu berbuat banyak di panggung politik.

"4g membuka peluang bagi generasi muda berkompetuisi lebih santun, sering kalau yang tradisional ada 'unsur'‎ lain, dan sekarang ini lebih terbuka dan fair jadi yang akan mengukur kemampuan dari yang bersangkutan, makanya generasi muda persiapkan,‎" pungkasnya.

Sementara itu, menurut Direktur Eksekutif Poldata Indonesia Fajar Arif Budiman S.IP,  MIP, Golkar kuat karena 'pemilik sahamnya' berasal dari anak-anak muda yang kuat serta berani. Partai Golkar pun sudah merespon hadirnya 86 juta generasi milenial tersebut.

"Yang bisa memahami milenial adalah milenial itu sendiri. Kaum milenial punya perspektif sendiri soal negara. Dan, Airlangga merupakan sosok yang tepat untuk menjangkau keinginan para milenial ini," ungkapnya.

Fajar menambahkan, Golkar juga sudah berani mengisi para kadernya dari unsur pemuda. "Dan, saya percaya Golkar sudah mampu kembali dan menyesuaikan diri dengan generasi milenial," sambungnya.

Sedangkan, Dosen dan Peneliti Pusat Studi Reformasi Birokrasi dan Lokal Governance FISIP UNPAD Yogi Suprayogi Sugandi PhD menerangkan generasi milenial merupakan investasi sosial untuk partai politik. Bahkan, di beberapa negara, investasi sosial ini sudah ditetapkan dan sukses. Seperti di Jerman. Dan, Golkar harus bisa menjaring sebanyak-banyaknya generasi milenial.

"Salah satu hentakkan yang dihadapi Golkar adalah di tahun 2030 di mana harus ada energi baru yaitu milenial sebagai investasi jangka panjang," tandasnya.

Diskusi Golkar yang dihadiri oleh puluhan wartawan ini juga dibawakan oleh M Bena Aji Satria, S.IP selaku
Bendahara Umum DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bandung (2018-2021).

Baca Lainnya