Kamis, 4 April 2019 12:44

Elektabilitas Jokowi Stagnan, Prabowo Naik 

Reporter : Bubun Munawar
Direktur Eksekutif
Direktur Eksekutif "Indikator Politik Indonesia" Burhanuddin Muhtadi , menggelar Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (3/4) [VOA]

Limawktu.id - Hasil Lembaga survei “Indikator Politik Indonesia”  menunjukan angka elektabilitas Jokowi-Maruf cenderung stagnan. Pada Oktober 2018 elektabilitasnya 53 persen, lalu Desember 2018 menyentuh 54,9 persen dan pada Maret 2019 mencapi 55,4 persen. Sementara untuk elektabilitas Prabowo-Sandi trendnya naik yaitu dalam periode waktu yang sama 30 persen, naik ke 34,8 persen kemudian mencapai 37,4 persen.

Direktur Eksekutif “Indikator Politik Indonesia” Burhanuddin Muhtadi mengatakan , saat pertanyaan disampaikan kepada responden apabila pemungutan suara diadakan hari ini, siapa yang akan dipilih. Hasilnya, pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Maruf memperoleh suara 55,4 persen, dan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi memperoleh suara 37,4 persen. 

Baca Juga : Jokowi Dimata Mantan Gubernur Jabar, Solihin GP

Dikatakannya, selain hasil elektabilitas, Indikator Politik Indonesia juga  menemukan 7,2 persen pemilih yang belum menentukan pilihan alias undecided voters. Sementara jumlah pemilih yang masih mungkin mengalihkan suaranya atau swing voters mencapai 16,9 persen. 

"Jika kedua kelompok pemilih itu mengalihkan suara kepada Prabowo-Sandi, maka hasil pemilu akan berubah total," terangnya , seperti dilansir VOA Indonesia. 

Baca Juga : Salam Satu Jempol untuk Jokowi-Ma'ruf Amin dari Milenial Muhammadiyah

Undecided dan swing voters ini penting dianalisis lebih jauh, karena misalnya kalau keduanya memblok ke Prabowo-Sandi, 16 persen plus 7 persen, itu potensial mengubah permainan. Itu kan 23 persen, sementara selisih antara 01 dan 02 dalam simulasi tanpa memprediksi undecided voters selisihnya 18 persen. 

Masalahnya adalah ternyata swing dan undecided voters tidak nge-blok ke 02. Bahwa swing voters sedikit lebih banyak yang lari ke 02 betul, tapi tidak seluruhnya mendukung 02, ini penting. Kalau seluruhnya memilih 02 hasilnya bisa berubah di tanggal 17 April, tetapi karena masih ada menurut hasil pemodelan kita mereka yang swing dan undecided voters sekitar 46 persen dari undecided dan swing voters yang lari ke Pak Jokowi maka Pak Jokowi kita prediksi mencapai angka 57persen, meskipun lagi-lagi sebagian besar dari swing itu memang larinya ke Pak Prabowo,” ungkap Burhanuddin usai konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/4).

Baca Juga : Prabowo Kampanye Terbuka di Merauke 

Dia melanjutkan,  indikator dan pertanyaan yang diberikan kepada sampel survei meliputi kinerja Jokowi, keyakinan atas kemampuan Jokowi memimpin, kondisi ekonomi nasional dibanding tahun lalu, kondisi ekonomi sekarang, kondisi politik nasional, serta soal penegakan hukum. Semua itu cenderung positif dan menjadikan elektabilitas Jokowi-Maruf masih unggul dibandingkan dengan Prabowo-Sandi.

Lebih jauh, Burhanuddin menjelaskan Jokowi-Maruf cukup mendominasi pemilih dalam berbagai kelompok gender, usia, desa/kota dan kelas ekonomi, etnis jawa, basis NU dan non Islam, pendidikan menengah ke bawah, terutama dari kalangan blue collars. 

Paslon 01 ini tidak mendapatkan suara yang banyak di kalangan masyarakat yang berpendidikan tinggi dan tinggal di perkotaan. Hal ini, kata Burhanuddin karena masih cukup tingginya angka pengangguran dari kalangan lulusan universitas. 

Baca Lainnya