Senin, 29 Januari 2018 17:16

DURIAT Ancam Class Action KPU Kota Bandung

Reporter : Jumadi Kusuma
Dony Mulyana Kurnia dan Yayat Rustandi (DURIAT), Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Bandung dari jalur persorangan.
Dony Mulyana Kurnia dan Yayat Rustandi (DURIAT), Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Bandung dari jalur persorangan. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Setelah dinyatakan tidak memenuhi syarat dukungan oleh KPU Kota Bandung dalam Pilwakot Bandung 2018, Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Bandung dari jalur persorangan Dony Mulyana Kurnia dan Yayat Rustandi (DURIAT) akan melakukan class action dan geruduk KPU Kota Bandung.

Balon Walikota independen Donny kepada limawaktu.id menyampaikan kekecewaannya terhadap regulasi calon perseorangan yang notabene dibuat oleh partai politik.

"Kedaulatan bukan ditangan rakyat tapi ditangan partai, buktinya undang-undang dan Peraturan KPU terkait pilkada dibuat sedemikian rupa oleh partai melalui kaki tangannya agar calon-calon independen mati kutu dan para petugas partai berkuasa didaerahnya masing-masing", tandasnya

Menurutnya, aturan dukungan minimal KTP yang tadinya 3% dinaikkan menjadi 6,5% sampai 7,5%.

"DURIAT mampu mengumpulkan minimal 6,5 % dukungan KTP, setor awal dan setor perbaikan jumlahnya diatas 6,5 % yang masih terganjal dengan aturan perbaikan dukungan yang mengharuskan serahkan dukungan duakali lipat", tuturnya.

Dengan aturan seperti itu, menurut Donny Bapaslon DURIAT berada diujung tanduk dan terancam dicoret pada penetapan calon pada tanggal 12 Februari mendatang.

"Sebelum penetapan, kami akan melakukan class action dengan mengerahkan massa pendukung baik dari kalangan mahasiswa maupun PKL ke KPU Kota Bandung", pungkasnya.

Sementara itu Komisioner KPU Kota Bandung Suharti tidak memberikan tanggapannya saat limawaktu.id menghubungi.