Jumat, 26 Januari 2018 14:16

Dua Jenderal Ikut Pilgub, 12 Ribu Purnawirawan TNI di Cimahi Bebas Salurkan Hak Pilih

Reporter : Fery Bangkit 
Fachri Airo, Ketua Pepabri Kota Cimahi.
Fachri Airo, Ketua Pepabri Kota Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Meski dua Bakal Calon (Balon) Gubernur Jawa Barat 2018 merupakan purnawirawan tni, Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (pepabri) menjamin tidak akan berpihak kepada salah satu balon.

Pasalnya, dalam Angaran Dasar dan Angaran Rumah Tangga (AD ART) organisasi Pepabri harus bersikap netral dalam setiap penyelenggaraan pemilu.

Seperti diketahui, dari empat bakal calon gubernur Jawa Barat, dua diantaranya berasal dari kalangan purnawiran TNI, mereka adalah Mayjen (Purn) Sudrajat yang berpasangan dengan Ahmad Syaikhu, yang diusung oleh partai Gerindra, PKS dan PAN. Dan Pasangan Mayjen (Purn) TB Hasanudin yang berpasangan dengan Irjen Pol Anton Charliyan, yang diusung oleh partai PDIP.

Kedua Purnawiran tersebut bahkan sama-sama mempunyai keyakinan akan medulang dukungan dari sejumlah keluarga purawirawan TNI, khususnya yang masih tinggal di Cimahi.

Meski secara organisasi tidak diperbolehkan memihak, namun secara hak politik, sekitar 12 ribu purnawirawan di Kota Cimahi dibebaskan memilih empat Balon di pilkada Jawa Barat 2018.

"Jika ada anggota Pepabri ikut berkampanye mereka tidak boleh mengikutkan nama organisasi Pepabri. Tapi kalau pengurus Pepabri tidak boleh sama sekali ikut kampanye," ujar Ketua Pepabri Kota Cimahi Fachri Airo, saat ditemui di Kantor Pepabri, Jalan Gedung Empat Kota Cimahi, Kamis (26/1/2018).

Menurut Fachri, suatu hal yang wajar jika kedua bakal calon tersebut akan berubut dukungan dari purnawirawan dan keluarga militer. Sebab, di Kota Cimahi saja tercatat ada sebanyak 12 ribu orang purnawirawan TNI. Belum lagi anggota keluarga dari TNI yang masih berdinas di Cimahi.

"12 ribu itu data yang kami kumpulkan sekitar tahun 2015, sekarang malah bisa lebih. Tapi yang tercatat dan aktif di organisasi Pepabri Cimahi hanya 3.000 orang. Bisa dibayangkan berapa juta kalau se jabar," ujarnya.

Fachri menuturkan, TB Hasanudin dan Sudrajat sebagai bakal calon dari TNI atau bisa disebut sebagai keluarga besar TNI, maka tidak menutup kemungkinan mantan-mantan anggotanya secara pribadi mendukung mereka.

"Menurut saya mereka berdua imbang. Dan akan bisa bersaing dengan calon calon lain yang bukan dari militer," tuturnya.

Fachri berharap, tidak hanya kontestan yang berasal dari militer saja tetapi semua kontestan pilgub Jabar nanti adalah orang yang bisa membangun Jabar lebih baik.

"Mereka orang yang bisa membuat maju Jabar sesuai keinginan masyarakat bukan lebih maju sesuai kehendaknya sendiri," bebernya.

Untuk itu, Fachri menghimbau kepada seluruh masyarakat Jabar khususnya para purnawirawan terutama yang tergabung dalam Pepabri agar menggunakan hak pilihnya dengan cermat.

"Pilih sesuai pandangan dan hati nurani masing masing. Tolak ukurnya, pimpinan itu bisa dipercaya, bisa membawa Jabar lebih maju dan agamis dan membangun masyarakat jabar agar bisa jadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Juga bisa merangkul semua element masyarakat untuk membangun jabar agar sejahtera lahir batin," pungkasnya.