Selasa, 13 Maret 2018 2:16

Ditanya Soal Korupsi, Ini Jawaban Cagub dan Cawagub Jabar

Reporter : Bubun Munawar
Empat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat mengikuti Debat Publik putaran pertama Pilgub 2018 di sasana Budaya Ganesha, pada Senin (12/3) malam.
Empat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat mengikuti Debat Publik putaran pertama Pilgub 2018 di sasana Budaya Ganesha, pada Senin (12/3) malam. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Calon Gubernur diminta tanggapannya terkait dengan perilaku korupsi. Hal itu dilontarkan saat debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di sasana Budaya Ganesha, pada Senin (12/3) malam.

Menanggapi hal itu, Cagub Jabar Deddy Mizwar mengatakan, harus dilakukan reformasi birokrasi sehingga terjadi tata kelola pemerintahan yang baik. Komitmen anti korupsi tidak hanya komitmen pribadi kepala daerah, tetapi bagaimana menciptakan sistem yang baik sehingga terwujud ASN yang bersih.

Baca Juga : KPU Jabar Serahkan Bahan Kampanye ke Tim Kampanye Paslon

“Komitmen anti korupsi bukan hanya komitmen diri sendiri seorang kepala daerah, tetapi bagaimana system yang dilakukan bisa mengontrol kinerja Pemda, serta bagaimana outcome dari sebuah anggaran dalam pembangunan bisa terukur, Bukan hanya membuat laporan dari anggaran yang bisa dipertanggunjawabkan, tetapi bagaimana outcome dari anggaran yang digunakan bermanfaat bagi pembangunan,” jelasnya.

Sementara Calon Gubernur nomor urut 1 Ridwan Kamil mengungkapkan, komitmen anti korupsi ada dua yang harus dilakukan yaitu kepemimpinan dan teknologi, karena kepemimpinan yang baik adalah dengan teladan. “Di Kota Bandung sudah membentuk tim insinyur supaya pengurusan IMB tak langsung ke wali kota, ada tim diskresi supaya jika ada yang meminta kemudahan tak langsung ke wali kota, ada juga Forum CSR supaya jika ada yang memberi sumbangan tidak langsung ke wali kota, itulah cara untuk membentengi. Selain itu ada ratusan aplikasi anti korupsi yang sudah diakui oleh KPK, jika kami terpilih, 27 kabupaten kota di Jawa Barat akan diwajibkan untuk menggunakan aplikasi tersebut,” paparnya.

Baca Juga : ASN Cimahi Dilarang Acungkan Jari Tanda Nomor Paslon Pilgub Jabar 2018

Sedangkan Calon Wakil Gubernur nomor urut 2 Anton Charliyan mengatakan, untuk menanggulangi korupsi di Jawa Barat dilakukan dengan Program ‘molotot dot com’ dalam membangun clean governance dan good governance di Jawa Barat. Pengawasan elemen masyarakat dilibatkan dalam mencegah korupsi.

Dikatakannya, penyebab korupsi hanya ada 2 yaitu akhlak dan administratif.

Baca Juga : Hadapi Debat Publik Pilgub Jabar, Sudrajat Jaga Kesehatan dan Siapkan 18 Janji

“Selain dengan penindakan, juga dilakukan dengan pendampingan dan pengawasan. Rakyat dilibatkan dalam pengawasan, sehingga SKPD yang ada bisa berdaya guna,” katanya.

Dilain pihak, Calon Wakil Gubernur Pasangan Asyik Ahmad Syaikhu mengatakan, ada tiga langkah dalam mengantispasi korupsi.Yang pertama, memperkuat pengendalian internal di pemerintahan daerah, karena korupsi seringkali terjadi akibat sistem yang lemah. Perlu juga ada usaha meningkatkan kesejahteraan para ASN. Sebab, peluang korupsi bisa terjadi ketika mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. “Mengantisipasi korupsi juga dilakukan dengan early working system bagi pemangku jabatan, sehingga mereka sejak awal diingatkan untuk menghindari korupsi, disamping melakukan penindakan kepada mereka yang melakukan korupsi,” pungkasnya.

Baca Lainnya