Senin, 8 Oktober 2018 13:41

Ditanya Hoax Ratna Sarumpaet, Politisi NasDem Bawa-bawa Ahok

Reporter : Fery Bangkit 
Politisi Partai NasDem Arief Suditomo
Politisi Partai NasDem Arief Suditomo [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, politisi Partai Nasdem Arief Suditomo geram lantaran semakin kencangnya penyebaran fitnah, hoax dan hate speech melalui media sosial.

Korban dari penyebaran hoax itu, kata Arief, adalah masyarakat. Sebab, masyarakat harus disuguhkan dengan informasi yang belum tentu kebenarannya.

Baca Juga : Terlambat Sampaikan LADK, Parpol dan Caleg di Cimahi Bisa Batal Ikut Pemilu 2019

Terbaru, masyarakat dibuat bingung dengan berita hoax aktifis Ratna Sarumpaet. Melalui media sosial, Ibunda artis Atiqah Hasiholan itu disebut menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal. Namun, Ratna akhirnya mengakui bahwa dirinya telah berbohong mengenai kabar itu.

"Kalau sampai masih ada orang dengan sengaja menyebarkan hoax, menyebarkan fitnah lewat berbagai macam cara, itu kan artinya bukan memiliki itikad baik, tapi itikad yang buruk untuk mencapai tujuan tertentu," ujar Arief saat berkunjung ke Kota Cimahi, kemarin.

Baca Juga : NasDem Kota Cimahi Bungkam Soal Dana Kampanye

Menurut Arief, ganjaran bagi pelaku dan penyebar hoax solusinya adalah dengan ditindak secara hukum. Apalagi, ada Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Solusinya adalah jalur hukum, karena kalau dibiarkan mereka akan terus melakukan hal tersebut," tegasnya.

Baca Juga : Realisasikan Target Pemilu 2019, DPD NasDem Kota Cimahi Bentuk Pasukan Khusus

Ditegaskannya, pelaku dan penyebar informasi bohong tak cukup hanya dengan maaf. "Kalau minta maaf cukup, Ahok (mantan Gubernur DKI Jakarta) gak masuk penjara dong," tandasnya.

Ke depan, dirinya menghimbau agar masyarakat lebih kritis ketika menerima informasi. Alangkah lebih bijaknya informasi tersebut diteliti dulu kebenarannya.

Baca Lainnya