Rabu, 28 Maret 2018 18:59

Distribusi Janji Ajay-Ngatiyana yang ini Masih Terhalang Perwal

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna tengah meninjau 'Mobil Layanan Siaga'.
Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna tengah meninjau 'Mobil Layanan Siaga'. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Sebanyak 15 'mobil Layanan Siaga' atau ambulan belum bisa didistribusikan untuk 15 kelurahan se-Kota Cimahi. Mobil tersebut merupakan janji Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna-Ngatiyana.

Belum bisa disitribusikannya mobul layanan itu dikarenakan saat ini Pemerintah Kota Cimahi masih berkutat dengan pembahasan Peraturan Wali Kota (perwal).

Baca Juga : Ini Asumsi Pengamat Soal Janji Politik Ajay

Padahal sebelumnya, Ajay-Ngatiyana kompak mobil layanan siaga itu siap didistribusikan ke 15 kelurahan pada akhir bulan Maret April 2018.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Fitriani Manan menjelaskan, Perwal dan Surat Keterangan (SK) dibutuhkan untuk membuat Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) pelaksanaan di masyarakat agar tidak salah penerapannya.

Baca Juga : KASBI Cimahi Percaya Ajay Jika Sudah Realisasikan Janjinya

"Sebetulnya armada sudah siap, namun masih perlu menunggu Perwal dan SK-nya, biar semuanya nanti bisa dilaksanakan dengan baik," ujar Fitriani Manan ketika dihubungi, Rabu (28/3/2018).

SK sendiri dibutuhkan untuk pemindahtanganan aset dari Pemerintahan Kota Cimahi ke Kecamatan sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai penanggung jawab program tersebut.

Baca Juga : Ajay Mulai Tunaikan Janji Kampanye

Sementara untuk beban anggaran operasioal, seperti biaya sopir dan bahan bakar, akan menjadi tanggung jawab OPD kecamatan. Selama pemerintah belum melakukan perekrutan tenaga tambahan untuk sopir mobil siaga, disarankan untuk menggunakan SDM yang ada di kecamatan maupun kelurahan.

"Operasional dan perawatan semuanya dibebankan ke kecamatan. Sebelum ada anggaran murninya, sekarang menggunakan pergeseran anggaran di kecamatan dulu, dan sudah diperhitungkan kalau anggarannya Insya Allah tersedia," ungkapnya.

Sementara perihal teknis penggunaan, berdasarkan usulan dari tiap-tiap kelurahan, kecamatan akan membentuk tim layanan siaga untuk menginformasikan kepada masyarakat perihal tata cara pengajuan penggunaan mobil layanan siaga.

"Harus siaga selama 24 jam, maka ada contact person yang selalu siap menerima panggilan dari masyarakat," imbuhnya.

Baca Lainnya