Rabu, 30 Mei 2018 16:57

Dishub Kota Cimahi Risih Stiker Paslon Gubernur Dipasang di Angkot

Reporter : Fery Bangkit 
Stiker salah satu paslon pilgub jabar yang menempel di angkot.
Stiker salah satu paslon pilgub jabar yang menempel di angkot. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Dinas Perhubungan Kota Cimahi menyatakan, stiker pasangan calon pilgub Jawa Barat 2018 pada angkutan umum (angkot) sangat mengganggu.

Pasalnya, kata Ranto Sitanggang, Kepala Seksi Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, stiker tersebut akan mengurnagi jarak pandang, kemudian kondisi dalam angkot menjadi tidak terlihat.

Baca Juga : Penyelenggara, Peserta dan Pemilih Jegal Demokrasi

"Kalau dibilang menganggu sudah pasti. Ketika kendaraan gelap, takut ada tindakan kriminal yang memiliki niat jelek terhadap penumpang," kata Ranto saat ditemui di kantornya, Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Rabu (30/5/2018).

Berdasarkan pantauan, stiker salah seorang paslon Gubernur Jawa Barat 2018 terpasang pada angkot di Kota Cimahi. Stiker tersebut terpasang pada kaca bagian belakang angkot.

Baca Juga : Surat Suara Pilgub Jabar 2018 Tiba di Kota Cimahi

Dikatakannya, pihaknya belum mengambil sikap terkait stiker tersebut. Pasalnya, hal itu jelas bukan kewenangan pihaknya.

Pihaknya akan menunggu surat edaran dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat terkait kebijakan tersebut. Bila aturannya memang dilarang, pihaknya akan langsung melakukan pencopotan.

Baca Juga : Lipat Kertas Suara Pilgub Jabar 2018, KPU Kota Cimahi Butuh 30 Personel

"Kami minta surat edaran supaya kami bisa menertibkan stiker tersebut. Kami akan membantu mereka (Panwaslu)," ujarnya.

Sejauh ini, kata Ranto, pihaknya belum menerima surat edaran dari Panwaslu setempat terkait kebijakan pemasangan stiker bermuatan politik pada angkot.

Baca Lainnya