Minggu, 5 Agustus 2018 15:54

Disaksikan Wali Kota, ini Catatan Rekor Unik di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Penghargaan diberikan Presiden Original Rekor Indonesia Agung Elvianto kepada Ketua Yayasan Asih Putera Adang Kosasih di Kampung Buyut Cipageran, Jalan Kolonel Masturi Km 3, Kelurahan Cipageran Sabtu (4/8/2018).
Penghargaan diberikan Presiden Original Rekor Indonesia Agung Elvianto kepada Ketua Yayasan Asih Putera Adang Kosasih di Kampung Buyut Cipageran, Jalan Kolonel Masturi Km 3, Kelurahan Cipageran Sabtu (4/8/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Rekor Unik nan kolosal terukir di Kota Cimahi, Jawa Barat. Kali ini, perpaduan seni budaya dan kuliner khas Indonesia berhasil memecahkan rekor.

Rekor yang dicatat oleh Original Record Indonesia (ORI) yang  mengkolaborasikan berbagai kesenian budaya berupa seni lukis, seni barong, kuliner, tari marching band, dan sisingaan. Kolaborasi itu dilakukan tergolong cepat, yakni dalam tempo 10 menit 33 detik.

Penghargaan diberikan Presiden Original Rekor Indonesia Agung Elvianto kepada Ketua Yayasan Asih Putera Adang Kosasih di Kampung Buyut Cipageran, Jalan Kolonel Masturi Km 3, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi pada Sabtu (4/8/2018). Penghargaan disaksikan langsung Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna.

"Hari ini telah terjadi sejarah baru di Indonesia khususnya di Kota Cimahi yaitu kolaborasi antara kuliner dan seni budaya," kata Agung saat ditemui usai menyerahkan piagam penghargaan.

Terpantau di lokasi, pemberian penghargaan berlangsung disela helatan penerimaan murid baru Madrasah Asih Putera yang dihadiri oleh para orang tua murid.

Sementara itu menurut Ketua Yayasan Asih Putera Hadang Kosasih Ahmad, pemecahan rekor dengan waktu 10 menit 33 detik tersebut adalah, pihaknya telah menerima sebanyak 33 kali siswa siswi baru.

"Filosofinya kita sudah menerima sebanyak 33 kali siswa siswi baru, dan kami juga berterima kasih kepada masyarakat kota Cimahi yang telah memberikan kepercayaannya pada kami untuk mendidik anak-anak mereka," ujarnya.

Adang mengatakan jika di sekolah yang dibinanya siswa siswi tidak hanya belajar ilmu pendidikan saja tapi juga seni dan budaya, Juda olahraga.

" Kita juga mengajarkan kepada mereka, seni, budaya dan olahrga, dan kita  dorong harus berprestasi, seperti yang kita saksikan tadi," tandasnya.

Baca Lainnya