Senin, 14 Januari 2019 12:17

Diperiksa Sejam, Bupati Aa Umbara Dicecar 30 Pertanyaan, kok Bisa?

Reporter : Fery Bangkit 
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna.
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengklaim telah melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna.

Pemanggilan diklaim berlangsung Senin (14/1/2019) sekitar pukul 06.00. Aa Umbara dipanggil sebagai terlapor atas kasus dugaan pelanggaran kampanye Pemilu 2019. Satu jam bupati menjalani pemeriksaan dan dicecar 30 pertanyaan oleh Bidang Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu KBB.

Baca Juga : Jelang Pemilu, Wakil Walikota Bandung Ajak Tabayyun

"Tepat jam 06.00 WIB Bupati memenuhi undangan kami, terkait dugaan pelanggaran pemilu yang dilaporkan seorang WNI,"ungkap Komisioner Bawaslu KBB Bidang Divisi Penindakan Pelanggaran Ai Wildani Sri Aidah, Senin (14/1/2019).

Ai menerangkan, total ada 30 pertanyaan yang diajukan kepada Bupati terkait dugaan pelanggaran pidana pemilu pada video barang bukti yang dilaporkan salah seorang warga KBB. Dalam video itu, Aa Umbara diduga mengarahkan guru honorer untuk memilih dua anggota keluarganya dalam Pileg 2019.

Baca Juga : Kebutuhan Tenaga Pengawas Pemilu di KBB Capai 5 Ribu Lebih, Minat? Nih Jadwal Rekruitmennya!

"Total ada 30 pertanyaan, materinya terkait video tersebut,"katanya.

Hingga saat ini, lanjut Ai, total 13 saksi sudah dimintai keterangan termasuk terlapor Bupati Aa Umbara. Selanjutnya, Bawaslu akan membahas dan mengevaluasi hasil keterangan bersama sentra Gakumdu dan menentukan tahap selanjutnya.

Baca Juga : Polres Cimahi Siapkan Unit Cyber untuk Sikat Hoax Pemilu 2019

"Selanjutnya akan kami bawa ke rapat bersama sentra gakumdu untuk menentukan dan mengevaluasi semua,"jelasnya.

Tapi, ada yang aneh dalam pemeriksaan Bupati kali ini. Sebelumnya, jam kerja atau pemeriksaan berlangsung dari pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WIB. Namun kali ini, pemeriksaan berlangsung pukul 06.00 WIB.

Ai menjelaskan, pemeriksaan orang nomor satu di Bandung Barat itu menyesuaikan dengan kesibukan yang bersangkutan. "Alasan (karena) padatnya acara Bupati hari ini," katanya.

Jika terbukti, orang nomor satu di Bandung Barat itu terancam dikenakan Pasal 282 jo 547 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Ancamannya, pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp36.000.000.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer