Rabu, 3 Januari 2018 19:28

Denta Menilai Pernyataan Ketua DPRD Cimahi 'Asbun', Ini Alasannya

Reporter : Fery Bangkit 
Denta Irawan.
Denta Irawan. [Limawaktu]

Limawaktu.id,– Lama menghilang, politisi PDIP, Denta Irawan akhirnya buka suara terkait statusnya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Cimahi.

Secara tegas, Denta membantah pernyataan Ketua DPRD Kota Cimahi dari Fraksi PDIP, Achmad Gunawan terkait pemberhentiannya sebagai Ketua DPC PDIP Kota Cimahi. Hal itu merupakan kewenangan DPP PDI-Perjuangan, termasuk menetapkan Pelaksana Tugas (Plt) jika ketua diberhentikan atau jabatannya kosong.

"Terkait dengan kabar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi diberhentikan, sampai dengan saat ini saya belum pernah diberitahu telah diberhentikan dari jabatan Ketua DPC, apalagi soal Plt. Sejauh ini saya masih berkomunikasi dengan jajaran DPD dan DPP partai," ujar Denta melalui pesan singkat, Rabu (3/1/2018).

Menurut Denta, mengacu pada AD/ART PDIP pasal 49 tentang pemberhentian, pembekuan atau pembebastugasan di level DPC dan DPD adalah kewenangan DPP Partai.

Ia menyesalkan pernyataan Agun, sapaan akrab Achmad Gunawan tersebut, padahal sebagai Ketua DPRD Kota Cimahi harus menjaga kehormatannya karena ada amanat rakyat didalamnya.

"Pernyataan Achmad Gunawan yang juga ketua DPRD di media sebelumnya tidak berdasar. Bukan kewenangan Agun untuk menjelaskan hal seperti ini, bukan kapasitasnya. Jadi istilahnya pernyataan tersebut asal bunyi (asbun)," ungkapnya.

"Jangan sampai orang bilang Ketua DPRD Kota Cimahi asbun, malu dong. Ketua DPRD itu ya mestinya yang baik-baik ajalah, santun dan mengerti peraturan," tambah Denta.

Terkait ketidakhadirannya dalam beberapa bulan terakhir ini, Denta mengatakan saat ini ia tengah disibukan dengan tanggungjawabnya sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Rakyat Minyak dan Gas Bumi (Hiswara Migas) Indonesia yang saat ini sedang berkonsolidasi membentuk kepengurusan di daerah.

“Hal itu perlu banyak waktu untuk keliling Nusantara, sambangi kepala daerah terutama Bupati se-Indonesia untuk sukseskan UKM dan BUMDES dibidang Migas, untuk mensukseskan amanat Presiden RI," katanya.

Sebagai kader ideologis, Denta mengklaim tidak mau tugas partai terbengkalai. Selama ini tugas partai diakuinya dilaksanakan secara tulus didasari kewajiban bukan mengharap balasan.

"Mandat yang saya terima sebagai Ketua DPC PDI-P Kota Cimahi diberikan oleh DPP PDI-P. Maka dari itu, saya tengah memohon ijin kepada DPP untuk mundur dari jabatan partai," tuturnya.

Sebelumnya, Agun membeberkan bahwa Denta Irawan telah dilengserkan dari jabatannya. Sebagai penggantinya, posisi Denta sementara diisi Ketut Sustiawan sebagai Plt Ketua DPC PDIP Kota Cimahi.

"Keputusan tersebut melalui rapat pleno DPD PDIP Jabar tiga hari yang lalu. Diputuskan Pak Ketut diutus ke sini (Cimahi) sebagai Plt Ketua DPC PDIP. Penunjukkan itu sudah melalui mekanisme dan aturan partai. Tidak 'ujug-ujug'," ujarnya.

Achmad yang akrab disapa Agun yang turut menjabat Ketua DPRD Kota Cimahi itu mengatakan, penunjukan Ketut sebagai Plt Ketua disebabkan karena masalah disiplin partai yang dilakukan Denta Irawan. Dia dianggap indisipliner karena selama tiga bulan tidak melakukan laporan kepada DPD PDIP Jabar.

"Sampai laporan ke KPU urusan Pemilu 2019 pun Denta tidak ada," jelasnya. Terkait pelanggaran indisipliner yang dilakukan Denta, Agun enggan membeberkan lebih detail. (kit)