Sabtu, 16 Desember 2017 18:34

Dengan Pendekatan Normal Peluang Sudrajat Menjadi Berat

Reporter : Jumadi Kusuma
Sudrajat dan Prabowo Subianto saat menghadiri sebuah acara, belum lama ini
Sudrajat dan Prabowo Subianto saat menghadiri sebuah acara, belum lama ini [net]

Limawaktu.id,- Kemunculan Mayjen TNI (purn) sudrajat yang digadang-gadang bakal menjadi Calon Gubernur Jawa Barat dari Partai gerindra, men'zero'kan kembali konstelasi politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018. Sebagai kader internal Gerindra, Sudrajat berpotensi merubah dinamika peta koalisi partai politik (parpol) pengusung dan kandidasi calon gubernur dan wakilnya.

Rendahnya popularitas Sudrajat dibanding dengan kandidat lain yang sudah beredar lebih dulu dalam arena Pilgub Jabar 2018 semisal Ridwan Kamil, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi tentunya berat untuk meraih kemenangan. Hal itu disampaikan Dr. Muradi, Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung.

Dia mengatakan, pemenangan ada dua hal, yaitu pemenangan model normatif atau tidak normatif seperti model di Pilgub Jakarta yang menggunakan sentimen agama dan sebagainya.

"Kalau normatif saja memang berat buat Pak Sudrajat Gerindra untuk meraih kemenangan, dalam waktu enam bulan kedepan ini, bukan perkara yang sebentar butuh waktu kecuali ada pendekatan pemenangan yang tidak normal, dalam arti menggunakan isu negatif yang pernah mengganggu sistem politik demokrasi kita", jelasnya saat jumpa persdi Bandung belum lama ini. 

Menurut Dia, dimunculkannya Sudrajat sebagai kader Gerindra tidak terlepas dari pengalaman tidak cukup baik ketika Gerindra mengusung Jokowi -Ahok pada Pilgub DKI Jakarta 2012 dan Emil-Oded pada Pilwalkot Bandung 2013.

"Politik itu seni untuk mengelola kekusaaan, Gerindra punya pengalaman tidak cukup baik di Pilgub Jakarta 2012 dan Pilwalkot Bandung 2013, dalam arti tidak punya akses mengelola sendiri kekuasaan. Gerindra ingin kadernya sendiri maju dan menang maka dia bisa mengelola kekuasaannya untuk implementasi program kerjanya", pungkasnya. (jk)

Baca Lainnya