Jumat, 4 Mei 2018 15:27

Dedi dan Uu Tandatangani Komitmen Lingkungan dengan WALHI

Reporter : Jumadi Kusuma
Dialog Publik bertema
Dialog Publik bertema "Menakar Komitmen Para Kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dalam Perlindungan Ruang dan Lingkungan Hidup Jabar". [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Hanya Dedi Mulyadi dan Uu Ruzhanul Ulum yang menghadiri Dialog Publik bertema "Menakar komitmen Para Kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dalam Perlindungan Ruang dan lingkungan Hidup Jabar" yang digelar Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (walhi) Jabar, di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, kemarin (3/5/18).

“Ini kan dialog publik, dimana kita ingin melihat komitmen, kebijakan dan pogram kegiatan dan anggaran seperti apa? Yang ditawarkan kandidat untuk mencegah kerusakan dan pemeliharaan lingkungan di Jabar,” tutur Ketua Walhi Jabar Dadan Ramdhan.

Selain untuk menakar arah kebijakan para kandidat dalam mengatasi persoalan lingkungan diskusi ditutup dengan penandatangan kontrak politik antara para kandidat dengan Walhi Jabar dalam menjaga dan memberikan solusi atas permasalahan lingkungan di Jabar yang saat ini masih terjadi.

“Penandatangan kontrak politik ini sebagai komitmen para kandidat seperti, komitmen mereka terhadap perubahan tata ruang di Jabar menuju lebih baik. Sampai berjanji, akan mereview seluruh perizinan tambang di Jabar, apabila mereka ingkar saat menang. Nanti akan kita tagih atas janji atau kontrak politik yang sudah ditandatangani ini,” jelasnya.

Menurut Dadan dari diskusi dan paparan para kandidat, Dedi dinilai paling realistis dan mampu memberikan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan yang sedang melanda Jabar saat ini.

“Kang Dedi Mulyadi memang lebih jelas dari kebijakannya sampai ke praktiknya. Sedangkan Uu, sebenarnya baik, dan lebih kepada praktik atau solusi tetapi paparan dan solusinya lebih baik Dedi Mulyadi karena lebih jelas dan terukur,” katanya.

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam menjaga lingkungan berkomitmen akan mengevaluasi seluruh perizinan yang merusak lingkungan, termasuk dengan mengubah kurikulum ke basis kurikulum lingkungan dan karakter. Contohnya, membayar biaya bus dengan sampah salah satunya.

”Kemudian, mengevaluasi pengelolaan hutan dan sungai menjadi kerja utama Pemprov Jabar. Dimana masyarakat yang tinggal disana akan dijadikan sebagai pegawai digaji Pemprov Rp 1,5 Juta dengan tujuan untuk mengelola dan menjaga hutan,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini dilakukan mengingat fungsi mereka sangat penting dibandingkan dengan program reboisasi yang menelan biaya besar. Padahal menjadikan masyarakat yang tinggal dihutan pegawai Pemprov dengan diberikan gaji dan dituntut untuk memelihara hutannya justru ini akan lebih efektif karena langsung melibatkan masyarakat setempat.

“Bandingkan dengan program reboisasi yang hanya biaya tinggi. Tapi tidak efektif dan dijamin tidak akan tumbuh pohonnya karena tidak ada yang menjaga atau memeliharanya,” katanya.

Disamping itu, penguatan local wisdom dalam arah kebijakan lingkungan akan terus dilakukan karena lingkungan dan local wisdom ini saling berkaitan. Selain itu, menurut Dedi pihaknya akan membuat produk hukum (Perda) yang akan mewajibkan masyarakat di DAS untuk membangun rumah jangan membelakangi sungai tetapi harus dibangun di depannya. Hal itu kata dia, sejalan dengan filosofi sungai yang dianggap suci dan yang akan mensucikan.

Sedangkan Calon Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum berkomitmen akan berupaya melindungi kelestarian lingkungan di Jawa Barat. Menurutnya demi menjaga kelestarian lingkungan perlu adanya komitmen kuat dari kepala daerahnya.

“Saya RINDU berkomitmen tentang lingkungan di Jabar sesuai kewenangan akan berjuang memelihara lingkungan,” tegasnya.

Salah satu yang akan dilakukan pasangan calon nomor urut satu yaitu, mengajak masyarakat terlibat langsung mengelola lingkungan. Alasannya dirinya melihat berbagai program yang disiapkan pemerintah tidak akan berjalan tanpa adanya dukungan masyarakat.

”Kami akan lakukan komunikasi dengan masyarakat. Artinya program kami sampai ke masyarakat. Kemudian memberi pemahaman kepada masyarakat. Karena sehebat apapun pemerintah kalau tidak ada partisipasi masyarakat tidak akan sukses,” ujarnya.

Sedangkan untuk solusi permasalahan yang saat ini tengah dihadapi Jabar, salah satunya permasalahan pasir besi. Pihaknya berkomitmen akan menutup perizinan apabila setelah direview justru merusak lingkungan dan lebih banyak merugikan masyarakat dibandingkan memberikan manfaatnya.

“Dan masalah masyarakat yang kekurangan air. Kami memiliki program untuk membeli seluruh sumber mata air masyarakat sebagaimana saya lakukan di Tasikmalaya. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar sumber ini tidak dibeli oleh pihak swasta dan menjadi komersil,” katanya.

Sama halnya dengan soal lahan persawahan di Jabar yang saat ini mulai berkurang karena masifnya ekspansi industri. Uu menerbitkan perda yang akan melindungi lahan pertanian masyarakat salah satunya dengan pembelian lahan persawahan oleh pemerintah tetapi pengelolaan dikembalikan kepada masyarakat.

“Yang penting, lahan persawahan tidak dibangun rumah atau dijual untuk dijadikan pabrik, tetapi tetap menjadi lahan sawah dan memproduksi padi untuk kebutuhan masyarakat,” tegasnya

Dilain pihak salah seorang peserta dialog R. Dhiat Sukmana menyatakan Cawagub Dedi cukup menguasai permasalahan lingkungan dibanding Uu.

"Dalam Diskusi WALHI ini, Dedi Mulyadi paling lantang dan hafidz persoalan Lingkungan Hidup Jabar. Dedi sangat menguasai Filsafat Tri Tangtu Tatar Sunda. Sementara Uu Ruzhanul Ulum kedodoran dan normatif saja", tanggapnya.

Baca Lainnya