Rabu, 11 April 2018 21:00

Debat Publik Cabup Bandung Barat 2018: Pertanyaan Pertama Hingga Tidak Berfungsinya Microphone

Reporter : Fery Bangkit 
Debat Publik Cabup Bandung Barat 2018.
Debat Publik Cabup Bandung Barat 2018. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Tiga paslon Bupati/Wakil Bupati Bandung Barat 2018 memulai debat publik dengan memaparkan visi-misinya.

Pelaksanaan debat publik pertama berlangsung di Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat, Rabu (11/4/2018).

Baca Juga : KPU Harus Akomidir Pemilih Disabilitas di Kab Bandung pada Pilgub Jabar 2018

Setelah memaparkan visi misi, ketiga paslon diberikan pertanyaan pertama oleh moderator, melalui kertas yang dipilih masing-masing paslon.

Pelaksanaan debat publik perdana ini sempat terganggu hal teknis. Seperti tidak berfungsinya microphone, teknis penayangan dan moderator tampak kurang konsen.

Baca Juga : KPU KBB Menjawab Kritikan, Begini Alibinya

Pertama, moderator mempersilahkan paslon nomor urut 2 Doddy Imron Cholid-Pupu Sari Rohayati (Kado) untuk mengambil kerta pertanyaan. Setelah dibuka, pertanyaan yang muncul adalah seputar peningkatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bandung Barat.

Doddy menjawab, bahwa ia dan Pupu berjanji akan meningkatkan pemberdayaan UMKM di Bandung Barat. Menurutnya, persoalan UMKM selama ini adalah soal modal usaha.

Baca Juga : 300 Personel Polisi Siap Amankan Debat Publik

"Ke depan UMKM akan saya fasilitasi dengan kredit usaha rakyat. Investor akan saya datangkan sebayak mungkin, dengan catatan harus kerja sama dengan UMKM," kata Doddy.

Sementara pasangan Aa Umbara-Hengky Kurniawan (Akur) mendapatkan kesempatan kedua untuk membuka amplop pertanyaan yang sudah disiapkan panelis. Pertanyaan yang muncul adalah seputar peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bandung Barat.

Baca Juga : Debat Publik Pilbup KBB, Kapolres Cimahi Minta Pendukung Paslon Patuhi Aturan KPU

Aa Umbara menjawab "Akur itu mewujudkan Bandung Barat akur dan makmur. Kalau Akur makmur semuanya bisa beres," ujar Aa.

Sedangkan Paslon nomor urut 1 Elin Suharliah-Maman S Sunjaya (Emas) mendapat pertanyaan soal penanggulangan limbah pabrik ke Sungai Citarum.

"Untuk menanggulangi hal tersebut kita tingkatkan, pengawasan terhadap pengusaha, kita akan mengadakan penyuluhan kepada masyarakat dan pabrik supaya tidak membuang limbah ke sungai," kata Elin.

Baca Lainnya