Rabu, 28 Februari 2018 16:08

Dear 4 Paslon Pilgub Jabar, Jangan Pasang APK di Area Ini

Reporter : Fery Bangkit 
Panitia Pengawas Pemilu.
Panitia Pengawas Pemilu. [Net]

Limawaktu.id,- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cimahi menegaskan, fasilitas umum seperti sekolah, masjid dan bangunan milik pemerintahan harus steril dari Alat Peraga Kampanye (apk) keempat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.

Selain itu, propaganda politik tersebut dilarang di pasang pada pohon dan tiang listrik. Pasalnya, hal tersebut berbenturan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 8 Tahun 2009 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3).

Baca Juga : Lewat Pojok Pengawasan Partisipatif, Panwaslu Ajak Masyarakat Awasi Pilgub Jabar 2018

Pemasangan APK sendiri telah diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Dalam PKPU tersebut dicantumkan area mana saja yang dilarang untuk dipasang alat propaganda politik.

“Yang tidak boleh itu terpasang di tempat-tempat kaya sekolah, tempat ibadah, gedung pemerintahan. Termasuk jalan bebas hambatan, fly over,” tegas Ketua Panwaslu Kota Cimahi, Yus Sutaryadi, Rabu (28/2/2018).

Baca Juga : Buka-bukaan Panwaslu Kota Cimahi Soal Sosialisasi Pilgub Jabar

Masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat sudah berlangsung sejak 15 Februari, dan akan berlangsung hingga 23 Juni 2018.

Tercatat, ada empat paslon yang akan bertarung dan memasang fotonya dalam APK.

Yakni paslon nomor urut 1 Ridwan Kamil-Uu Rizhanul Ulum (Rindu) yang diusung Partai NasDem, Partai Hanura, PKB dan PPP. Pasangan nomor urut 2 Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) yang diusung PDI-Perjuangan. Paslon nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang diusung Partai Gerindra, PKS dan PAN. Serta pasangan nomor urut 4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi yang diusung Partai Golkar dan Partai Demokrat.

Baca Lainnya