Selasa, 21 November 2017 22:18

Dana Hibah KPU KBB 45,8 Miliar, Sosialisasi Berkelanjutan Diperlukan untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Reporter : Jumadi Kusuma
ilustrasi
ilustrasi [limawaktu]

Limawaktu.id, - Ketidaktahuan Nurhayati warga Kampung Cibungbulan Desa Cempaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tentang Pilkada Serentak 2018, menjadi preseden buruk bagi kualitas demokrasi dan legitimasi hasil Pilkada, mengingat pengalaman Pilkada KBB 2013 tingkat partisipasi pemilih masih cukup rendah, yaitu 67,7%. Padahal jika melihat jarak Kampung Cibungbulan, Desa Cempaka Mekar masih satu wilayah kecamatan dengan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) KBB, yaitu Kecamatan Padalarang.

Terkait hal tersebut, empat komisioner KPU KBB yang dihubungi Limawaktu.id sampai berita ini dilansir, tidak memberikan jawaban sepatah kata pun, terutama terkait besaran alokasi anggaran untuk sosialisasi Pilkada Serentak 2018. Sebagaimana diketahui berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), KPU KBB mendapatkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) KBB sebesar Rp 45,8 miliar untuk penyelenggaraan Pilkada Kab. Bandung Barat 2018.

Sementara itu pengamat politik Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) Cimahi, Arlan Sidha, S.Ip, M.A mengatakan, diperlukan sosialisasi yang berkelanjutan mengenai hal ini. "Bicara sosialisasi Pilkada tidak hanya menjadi pekerjaan KPU saja melainkan semua masyarakat dan partai politik. Masih ada waktu untuk terus mensosialisasikan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018, baik menggunakan alat peraga, media sosial atau bisa langsung tetap muka dengan masyarakat. Sosialisasi menjadi penting karena bisa menaikkan partispasi masyarakat dalam Pilkada dan sekaligus menekan angka golput pada pilkada nanti," terangnya. (jk)*

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Heummm

21 November 2017 22:09 Balas