Kamis, 15 Februari 2018 19:01

Daerah Rawan Konflik Versi Kapolda Jawa Barat

Ditulis Oleh Fery Bangkit 
Simulasi Sispamkota Polda Jabar' yang dilaksanakan di Lapangan Brigif, Kota Cimahi, Kamis (15/2/2018).
Simulasi Sispamkota Polda Jabar' yang dilaksanakan di Lapangan Brigif, Kota Cimahi, Kamis (15/2/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto menilai, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat rentan menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat. Khususnya daerah-daerah yang hanya diikuti dua pasangan calon atau head to head.

Hal tersebut disampaikannya usai menyaksikan 'Simulasi Sispamkota Polda Jabar' di Lapangan Brigif, Kota Cimahi, Kamis (15/2/2018).

"Ada potensi betul, contohnya yang head to head. Cirebon, Ciamis, kemudain Garut," katanya.

Seperti diketahui, di Jawa Barat ada 17 pelaksanaan Pilkada untuk memilih Bupati/Wakil Bupati, Wali Kota/Wakil Wali Kota, termasuk memilih Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023.

Meski rentan konflik, ia percaya masyarakat Jawa Barat mampu dan menginginkan terciptanya suasana Pilkada yang aman, tenteram dan damai.

"Saya lebih percaya bahwa masyarakat Jawa Barat sangat agamis, religius. Itu sudah terbukti dua kali Pilkada berturut-turut aman," ujarnya.

Bila konflik itu terjadi, pihaknya pun sudah siap untuk melakukan antisipasi hingga penindakan. Hal tersebut tergambar jelas lewat beberapa adegan 'Simulasi Sispamkota Polda Jabar' tadi.

Hal senada dikatakan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Putut Eko Bayuseno. Menurutnya, potensi konflik dalam penyelenggaraan Pilkada pasti ada.

"Namun demikian sekecil apapun potensi, kita deteksi dan kita antisipasi," ucapnya.

Untuk itu, kata dia, simulasi ini sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan keprofesionalan seluruh anggota Polri dalam menghadapi Pilkada. Dengan simulasi seperti ini, seluruh anggota akan mengetahui fungsi dan tugasnya.

"Sehingga tidak terjadi kesalahan saat melaksanakan tugas nanti," tuturnya.

Selain itu, ia juga memerintahkan seluruh Mapolres di Jawa Barat, khususnya yang menggelar simulasi yang sama. Pasalnya, dalam simulasi kali ini, tidak semua anggota Polri di Jawa Barat terlibat dalam simulasi.

"Saya perintahkan kepada seluruh Kapolres untuk melaksanakan latihan yang sama, walaupun skalanya lebih kecil. Sesuai dengan kemampuan Polres itu sendiri," imbuhnya,