Senin, 12 Februari 2018 17:57

Cawabup Hengky Buka Suara Soal Selfinya Bersama ASN di KBB

Reporter : Fery Bangkit 
Hengky Kurniawan, Cawabup KBB 2018.
Hengky Kurniawan, Cawabup KBB 2018. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Calon Wakil Bupati (cawabup) Kabupaten Bandung Barat (kbb) 2018 Hengky Kurniawan buka suara soal foto selfie dirinya bersama sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Puskesmas Cipongkor KBB.

Ia mengaku prihatin atas pengusutan dugaan pelanggaran ASN tersebut oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) KBB. Padahal, kata dia, foto saat itu bukan sebuah kesengajaan.

“Kejadiannya kan tidak disengaja. Saya lagi sosialisasi di pasar, kemudian melewati Puskesmas Cipongkor. Kemudian Ibu-ibu (ASN) itu minta foto, kemudian ditindaklanjuti secara serius,” katanya saat ditemui usai penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati KBB di Sekretariat KPU KBB, Jalan Raya Purwakarta, Senin (12/2/2018).

Hengky, yang berpasangan dengan Aa Umbara di Pilbup KBB 2018 mengaku prihatin atas ditindaklanjutinya kasus selfie dirinya bersama sejumlah ASN.

“Kalau saya turut prihatin apa yang terjadi. Mudah-mudahan Panwas bersikap adil, jadi bukan hanya saya tapi bagi semuanya yang terlibat mendukung salah satu Paslon harus ditindak,” ujar suami dari Sonya Fatmala itu.

Sebagai penegasan, ia dan Aa Umbara siap membuat komitmen berupa dicoret dari pencalonan apabila saat proses kampanye nanti melibatkan ASN. Asalkan, hal itu berlaku untuk semua Paslon yang ditetapkan dalam Pilbup KBB 2018.

“Kami pasangan AKUR (Aa Umbara-Hengky Kurniawan) berani berkomitmen untuk membuat kesepakatan bersama dengan KPU, dengan Paslon apabila ada Paslon yang melibatkan ASN harus didiskualifikasi. Kami berani membuat kesepakatan itu,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Panwaslu KBB telah melakukan kajian dugaan pelanggaran kode etik ASN tersebut. Bahkan, dokumen dugaan pelanggaran itu telah diserahkan kepada Inspektorat Pemerintah KBB.

Ketua Panwaslu KBB, Cecep Rahmat Nugraha menjelaskan, pasca adanya dugaan pelanggaran itu, pihaknya langsung melakukan penelusuran dan pengkajian ulang komprehensif .

“Panwaslu langsung memproses dan menindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang ada,” terang Cecep.

Dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 tahun 2014 tentang Pembinaan Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil, ASN dikarang terlibat dalam kegiatan politik praktis. Termasuk melakukan selfie dengan pasangan calon.

Aturan tersebut diperkuat lewat surat edaran dari Kemenpan RB Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Netralitas ASN pada Penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 dan Pemilu Legislatif serta Pemilihan Presiden Tahun 2019.

Selain menyerahkan laporan dugaan pelanggaran kepada Inspektorat KBB, Panwaslu juga menyerahkan laporan tersebut kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), melalui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat.

Pasalnya, jelas Cecep, sanksi tentang pelanggaran kode etik ASN yang tidak netral menjadi kewenangan dari KASN. “Panwaslu hanya mengkaji dan melakukan penerusan ke Inspektorat tingkat lokal dan Komisi ASN melalui Bawaslu Jabar. Finisnya nanti oleh Komisi ASN,” tegas Cecep.

Ke depan, ia menghimbau agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. Pasalnya, dalam aturan pun, ASN memang diharuskan untuk bersikap netral dalam kegiatan politik. Termasuk tidak boleh berselfie dengan para calon pejabat negara.