Kamis, 22 Maret 2018 15:42

Calon Kepala Daerah yang Terpilih harus jadi Negarawan 

Reporter : Jumadi Kusuma
Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Seorang calon kepala daerah yang terpilih seharusnya menjadi negarawan (statesman) bukan politisi lagi, demikian pernyataan Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) saat jumpa pers pada acara Diskusi Publik yang diselenggarakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bandung di Gedung Indonesia Menggugat Kota Bandung, Kamis (22/3/18).

"Jangan hanya ngomong cinta NKRI tapi kemudian jadi pemimpin produknya untuk kepentingan kelompoknya. Cinta NKRI itu maknanya supaya jadi seorang tokoh yang bukan politisi lagi setelah terpilih, tapi menjadi seorang tokoh negarawan. Jadi hanya ikut konstestan politik ketika begitu naik menjadi kepala daerah harus jadi negarawan menjadi bapak semua orang, dan jika di grassroot ada beda pendapat atau partai tetap saja rakyatnya", jelas Obsatar kepada wartawan.

Fenomena tersebut menurutnya masih banyak terjadi di Indonesia, sebagai bukti masih banyak pembangunan hanya di sektor-sektor tertentu saja, akan tetapi untuk masyarakat Jawa Barat dirinya tetap optimis.

"Masyarakat Jabar tingkat kritisinya tinggi, dari 32 juta penduduk yang mempunyai hak pilih rata-rata kaum intelektualnya ada sekitar 46 %, itu berarti kemungkinan besar memiliki sikap kritis sehingga dalam perjalanan kepemimpinannya akan terus dikritisi", jelasnya.

Diskusi yang dihadiri puluhan mahasiswa tersebut mengambil tema Mewujudkan Pilkada Serentak 2018 yang Demokratis dan Aman untuk Melahirkan Pemimpin yang Cinta NKRI dan Toleran, juga dihadiri Tenaga Ahli Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat Jalu Pradhono Priambodo dan perwakilan dari Polrestabes Kota Bandung.