Rabu, 21 Februari 2018 16:54

Blusukan Kali ini, Cawabup Bandung Barat Maman Soroti Insentif Guru Ngaji

Reporter : Fery Bangkit 
Maman S Sunjaya, Calon Wakil Bupati Paslon nomor urut satu (Emas).
Maman S Sunjaya, Calon Wakil Bupati Paslon nomor urut satu (Emas). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat nomor urut satu Elin Suharliah-Maman S Sunjaya (emas) terus menyapa warga. Tujuannya, untuk menampung aspirasi sebanyak-banyaknya dari masyarakat Bandung Barat.

Sebab, ketika Emas terpilih menjadi Bupati/Wakil Bupati Bandung Barat periode 2018-2023, aspirasi itu akan menjadi modal pasangan yang diusung PDIP, PKB dan PPP untuk direalisasikan.

Baca Juga : Revisi Desain Paslon Hambat Pencetakan APK di Pilbup Bandung Barat

Selama kampanye, pasangan Emas lebih mengedepankan kampanye dialogis kepada pedagang, tukang ojek, masyarakat, tokoh agama, ketua DKM, dan marbot atau penjaga masjid.

Di posko Kemenangan Dewi Sri, Jalan Cihaliwung Wetan RT 06/03, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Calon Wakil Bupati Maman S Sunjaya mengatakan, dari beberapa titik yang didatanginya banyak aspirasi yang masuk.

Baca Juga : Paslon Pilbup KBB yang Lebihi Batasan Dana Kampanye Bisa Batalkan Pencalonan

Seperti perbaikan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, termasuk kesejahteraan guru ngaji, DKM, atau marbot. "Hari ini saya datang ke beberapa tempat untuk melakukan kampanye dialogis dan banyak aspirasi yang nanti akan menjadi perhatian," ucapnya.

Terkait perhatian kepada guru ngaji, ketua DKM, dan marbot, mereka memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat KBB yang agamis. Sebab keberadaan mereka telah membentuk aqidah dan akhlak warga di masyarakat sehingga sangat layak mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari pemerintah daerah.

Baca Juga : APK Paslon Pilkada KBB Dilarang Dipasang Dipohon!

"Peran Marbot dan Guru ngaji sangat vital, wajar jika kesejahteraan mereka menjadi prioritas. Bahkan kami mempunyai rencana akan mengumrohkan marbot yang memiliki kualifikasi terbaik," ujarnya.

Anggarannya bisa diusahakan dari dana hibah dimana saat ini yang sudah berjalan adalah insentif untuk guru ngaji. Meskipun belum semua guru ngaji yang berjumlah 4.000 terakomodir, namun secara bertahap semuanya akan diberi insentif.

"Sekarang ini guru ngaji hanya dapat insentif Rp300.000/tahun, ke depan itu harus dinaikan karena beban kerja dan tuntutan yang kian berkembang," pungkasnya.

Baca Lainnya