Kamis, 10 Januari 2019 18:38

Besaran Bantuan Lebihi Pusat, kok Parpol di Cimahi Minta Lebih

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [Net]

Limawaktu.id - Besaran dana bantuan Partai Politik (parpol) di Kota Cimahi tergolong besar dibandingkan di tingkat pusat. Jumlahnya mencapai Rp 3 ribu/suara, beda tiga kali lipat dengan di pusat yang hanya Rp 1 ribu/suara.

Meski sudah terbilang besar, namun besaran dana itu belum membuat Parpol yang berbasis di Kota Cimahi puas. Besaran itu dinilai masih minim jika dikalkulasikan dengan kebutuhan oprasional partai saat ini.

Baca Juga : Dana Bantuan Parpol Kuras Rp 1 Miliar APBD Kota Cimahi

Seketaris DPD tingkat II Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Cimahi, Abdul Mahfuri mengatakan, kebutuhan Parpol saat ini sangat banyak selain oprasional, juga membutuhkan biaya untuk pendidikan politik serta juga kegiatan-kegiatan partai seperti sosialisasi dan diklat serta lainnya.

"Masih sangat kurang. Yang kita terima memang belum bisa membantu kegiatan Parpol secara maksimal. Tapi segitu juga sudah lumayan," kata Mahfuri, saat dihubungi, kemarin (10/1/2019).

Menurut Mahfuri, agar bisa menutupi semua kebutuhan parpol, idealnya dana bantuan yang didapatkan sekitar Rp 5 ribu/suara. "Sekarang kita kan baru Rp 3.800 persuara atau berapa saya agak lupa pokoknya diatas Rp 3.000. Kalau pusat memang Rp 1.000 tapi kan suaranya jutaan," ujarnya.

Kendati demikian, ia tetap mengakui, dana yang diterima sudah cukup membantu untuk kegiatan Parpol. Meski memang dalam setiap tahu, pihaknya harus menutupi biaya oprasional partai. Dalam setahun, kata Mahfuri, Golkar Kota Cimahi sedikitnya harus mengeluarkan Rp 300 juta untuk operasional partai.

"Kalau Golkar selama ini mendapat Rp 100 jutaan lebih. Tapi biaya pertahun kita habis sekitar Rp 300 juta, untuk menutupinya ya dari sumbangan kader dan dari para anggota dewan," bebernya.

Sementara itu, politisi Partai Demokrat, Edi Kanedi menyarankan jumlah lebis besar untuk bantuan Parpol, yakni Rp 8 ribu/suara. Pasalnya, besaran angka dana bantuan parpol yang diterima saat ini sudah tidak laik. Apalagi evaluasi yang dilakukan dalam waktu lima tahun sekali.

"Kita butuh bantuan yang wajar dan berimbang dengan biaya kebutuhan sekarang. Idealnya Rp 8.000 lah persuara. Tapi itu masih lentur bisa naik, bisa turun," tandasnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Cimahi, Totong Solehudin mengungkapkan, dalam setahun, dana yang dikuras dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi mencapai Rp 1 miliar. Anggaran itu dibagi untuk 10 Parpol peserta Pemilu 2014. Besaran yang diterima pun berbeda, tergantung raihan suara yang didapat.

"Yang paling besar di atas Rp 100 juta itu ada 4 (empat) Parpol, sisanya di bawah Rp 100 juta," terang Totong. 

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer