Sabtu, 24 November 2018 11:04

Belum Juga Tetapkan Sekda KBB, Begini Dalih Aa Umbara

Reporter : Fery Bangkit 
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna.
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna. [istimewa]

Limawaktu.id - Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna masih belum mengulur penetapan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Padahal, posisi Penjabat (Pj) Sekda KBB, Wahyu Diguna telah habis masa baktinya per tanggal 23 November 2018. Bahkan meskipun telah ada tiga nama yang direkomendasikan untuk menjadi Sekda definitif, Bupati Aa Umbara justru memilih menunjuk kembali Pj Sekda yang baru sebagai pendampingnya di Birokrasi selama beberapa bulan ke depan.

"Ya Pj Sekda yang sekarang (Wahyu Diguna) habis masa jabatannya, dan saya memutuskan menunjuk Pj Sekda yang baru Pa Asep Ilyas," kata Aa Umbara saat ditemui di Ngamprah, Jum'at (23/11/2018).

Menurutnya, Pj Sekda yang baru sudah diusulkan ke gubernur dan telah mendapatkan persetujuan untuk bertugas selama dua bulan ke depan. Meskipun diteruskan kembali oleh Pj Sekda, dirinya menjamin jalannya roda pemerintahan tidak akan terganggu. Untuk pembahasan dan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 juga akan dilakukan oleh Pj Sekda dan itu tidak menjadi persoalan karena memiliki ketetapan hukum yang sama. 

Alasannya, kata Aa Umbata,  dikarenakan merasa jajaran ASN di KBB khususnya ditingkatan bawah masih belum solid. Mereka juga belum bisa menjabarkan apa yang menjadi visi misi serta jargon Bandung Barat Lumpat. Sehingga dengan alasan itu dan untuk lebih semakin mengompakkan semua jajaran ASN maka, dirinya memutuskan menunda pengumuman Sekda definitif.

Disinggung mengenai adanya isu perbedaan pilihan yang diusung oleh partai koalisi dan dirinya soal Sekda definitif, Aa Umbara membantah keras informasi tersebut. 

Menurutnya partai koalisi tidak pernah melakukan intervensi dan menyerahkan pilihan Sekda ini kepada dirinya. Termasuk dia menolak adanya anggapan bahwa berlarut-larutnya penetapan berdampak kepada jargon KBB lumpat.

"Seperti bermain bola, sebagai pemain saya merasakan kondisi di lapangan sementara penonton dan komentator kan tidak. Tapi saya tetap menerima masukan-masukan soal Sekda asalkan rasional tidak pribadi, karena pada prinsipnya meski dengan Pj Sekda KBB tetap lumpat," tegasnya.

Dalam kamusnya, lanjut Aa Umbara, keberhasilan pemerintahan tidak diukur dari ada tidaknya Sekda definitif. Terbukti meski dengan Pj Sekda, selama 2 bulan 4 hari dirinya memimpin KBB beberapa program 100 hari kerja yang dirancangnya telah berhasil dilakukan. Begitupun untuk rencana program kerja di 2019 sudah dirancang agar pembangunan di KBB bisa sustainable. Sehingga dia meminta semua pihak untuk bersabar karena pada waktunya Sekda definitif ini akan diumumkan.

"Saya tidak (galau), satu nama sekda itu sudah ada tinggal diumumkan. Lagi pula kalau udah empat kali Pj Sekda dari Pa Aseng, Wandiana, Wahyu Diguna, dan sekarang Asep Ilyas, maka berikutnya baru Sekda definitif," pungkasnya.

Baca Lainnya