Rabu, 30 Mei 2018 17:15

Banyak Stiker Paslon Pilgub Jabar pada Angkot, Begini Respon Panwaslu Kota Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Stiker salah satu paslon pilgub jabar yang menempel di angkot.
Stiker salah satu paslon pilgub jabar yang menempel di angkot. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cimahi menegaskan, pemasangan stiker calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 pada angkutan umum (angkot) jelas melanggar.

Rencananya, khusus angkot trayek Kota Cimahi, Panwaslu Kota Cimahi akan memberikan rekomendasi agar stiker tersebut segera dicopot.

Baca Juga : Surat Suara Pilgub Jabar 2018 Tiba di Kota Cimahi

"apk (alat peraga kampanye) di angkot itu melanggar. Kami akan koordinasi dan direkomendasi segera dicopot," kata Ketua Panwaslu Kota Cimahi, Yus Sutaryadi saat ditemui di Sekretariat Panwaslu, Jalan Sangkuriang, Rabu (30/5/2018).

Berdasarkan pantauan, ada sejumlah angkot di Kota Cimahi yang dipasangi stiker salah satu paslon Gubernur Jawa Barat 2018. Stiker bermuatan politis itu terdapat pada kaca bagian belakang angkot.

Baca Juga : Lipat Kertas Suara Pilgub Jabar 2018, KPU Kota Cimahi Butuh 30 Personel

Dikatakannya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan lokasi-lokasi pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK). Untuk itu, selain yang ditetapkan oleh KPU, berarti itu melanggar.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kota Cimahi menyatakan, stiker pasangan calon Pilgub Jawa Barat 2018 pada angkot sangat mengganggu.

Baca Juga : Pencetakan Surat Suara Pilgub Jabar Capai 85%

Pasalnya, kata Ranto Sitanggang, Kepala Seksi Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, stiker tersebut akan mengurangi jarak pandang, kemudian kondisi dalam angkot menjadi tidak terlihat.

"Kalau dibilang menganggu sudah pasti. Ketika kendaraan gelap, takut ada tindakan kriminal yang memiliki niat jelek terhadap penumpang," kata Ranto saat ditemui di kantornya, Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Rabu (30/5/2018).

Baca Juga : Debat Mahasiswa, Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula?

Berdasarkan pantauan, stiker salah seorang paslon Gubernur Jawa Barat 2018 terpasang pada angkot di Kota Cimahi. Stiker tersebut terpasang pada kaca bagian belakang angkot.

Dikatakannya, pihaknya belum mengambil sikap terkait stiker tersebut. Pasalnya, hal itu jelas bukan kewenangan pihaknya.

Pihaknya akan menunggu surat edaran dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat terkait kebijakan tersebut. Bila aturannya memang dilarang, pihaknya akan langsung melakukan pencopotan.

"Kami minta surat edaran supaya kami bisa menertibkan stiker tersebut. Kami akan membantu mereka (Panwaslu)," ujarnya.

Sejauh ini, kata Ranto, pihaknya belum menerima surat edaran dari Panwaslu setempat terkait kebijakan pemasangan stiker bermuatan politik pada angkot.

Baca Lainnya