Sabtu, 29 Desember 2018 14:30

Banyak Pelanggaran APK di Cimahi, Caleg Abai Aturan atau Bawaslu tak Tegas?

Reporter : Fery Bangkit 
Penempelan stiker pada angkutan umum.
Penempelan stiker pada angkutan umum. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Tingkat kesadaran peserta Pemilu 2019, seperti Calon Anggota Legislatif (Caleg) dalam memasang Alat Peraga Peraga (APK) di Kota Cimahi masih sangat rendah. Deretan pelanggaran Pemilu pun dilakukan para calon wakil rakyat.

Pelanggaran yang terlihat paling menonjol adalah penempelan stiker pada angkutan umum, seperti angkot. Padahal, jelas itu melanggar dan sudah diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu. Dimana posisi pemasangan alat peraga kampanye sudah ditentukan KPU.

Baca Juga : Viral Video Dugaan Kampanyekan Anaknya, Begini Dalih Aa Umbara

Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kota Cimahi, Ahmad Yasin menilai, para peserta Pemilu di Kota Cimahi seperti mengabaikan aturan. Sebab melihat kenyataan di lapangan, banyak alat sosialisasi yang didominasi Caleg melanggar aturan. Seperti yang tertempel pada angkot.

"Bisa seperti itu (mengabaikan aturan). Entah mereka tau aturan atau mungkin tidak tau aturan yang akhirnya pasang di sembarang tempat," katanya, Sabtu (29/12/2018).

Baca Juga : Catatan Pelanggaran Kampanye Pemilu Selama 2018 di Kab Bandung

Selain pada angkot, kata dia, hingga akhir tahun ini, banyak juga alat peraga kampanye yang tak sesuai zonasi KPU. Selain melanggar zonasi, kebanyakan juga melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi tentang K3. Seperti terpasang di pohon dan tiang listrik.

Sanksinya, kata Ahmad, jika merujuk pada Pasal 78 PKPU Nomor 23 Tahun 2018, berupa sanksi administrasi, yakni dilakukan penurunan alat peraga kampanye. "Jadi jelas terkait alat peraga kampanye baik yang melanggar secara zonasi yang ditentukan KPU atau secara K3 atau yang tadi terkait (stiker) dikendaraan umum itu adalah sanksinya penurunan," tandasnya.

Baca Juga : Catat!Parpol Harus Serahkan LPSDK Paling Telat 2 Januari

Lalu, bagaimana upaya dari Bawaslu sebagai lembaga pengawas untuk menyikapi permasalahan maraknya pelanggaran pada pemasangan alat peraga kampanye?

Ketua Bawaslu Kota Cimahi, Jusapuandy mengklaim, sudah beberapa kali melayangkan himbauan kepada partai politik agar tak melanggar aturan dalam pemasangan alat peraga kampanye. Termasuk larangan ditempel pada angkot.

"Himbauan sudah beberapa kali kita layangkan ke partai, yang jadi masalah apakah himbauan itu disampaikan atau tidak ke masing-masing Caleg, kita gak tau apakah disosialisasikan atau tidak," kata Jusapuandy.

Ke depan, kata dia, pihaknya bakal melakukan penyisiran alat peraga kampanye yang melanggar. Baik yang melanggar K3 maupun PKPU.  "Nanti akan kita sisir lagi untuk pembersihan APS Caleg di angkot maupun di jalur jalur yan yang dilarang. Dalam waktu dekat akan kita cari waktu tepat untuk melakukan penertiban atau penyisiran kembali " tandas Jusapuandy.

Baca Lainnya