Selasa, 24 Juli 2018 16:19

Bacaleg di Kota Cimahi Diminta Kurangi APK Berbahan Plastik

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Ketua DPD Partai Perindo Kota Cimahi, Asep Taryana mengintruksikan para Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari partainya untuk mengurangi Alat Peraga Kampanye (APK) berbahan plastik.

Pasalnya, kata dia, APK berbahan plastik hanya akan menjadi sampah visual di Kota Cimahi. Hal itu jelas akan mengurangi keindahan kota. Sebab, pemasangan APK yang terjadi pada penyelenggaraan pesta demokrasi kerap terpasang di area terlarang, seperti tiang listrik maupun pohon.

Baca Juga : Minim Kesadaran Caleg jadi Sumber Sampah Visual di Kota Cimahi

"Kita perlu suasana lingkungan yang tertib. Selama ini, APK itu jadi polusi, sampah visual," kata Asep saat ditemui di Sekretariat DPD Partai Perindo Kota Cimahi, Jln. Sangkuriang, Selasa (24/7/2018).

Total Bacaleg yang didaftarkan 14 partai politik untuk menjadi Anggota DPRD Kota Cimahi periode 2019-2024 mencapai 570 orang. Khusus Partai Perindo Kota Cimahi, ada 45 Bacaleg yang didaftarkan.

Baca Juga : Hasil Verifikasi Bacaleg di Cimahi: dari Ijazah Hingga Surat Pengadilan

Asep mengklaim, ia sudah menginformasikan kepada Bacalegnya untuk komit dalam mengurangi APK berbahan plastik. Selain menjadi sampah visual, kata Asep, APK seperti banner dan poster pengaruhnya tidak terlalu besar.

"Kita lebih memilih langsung tatap muka, karena alat peraga persentasi pengaruhnya tidak sampe 3 persen," ujarnya.

Baca Juga : Bacaleg di Kota Cimahi Terancam Dicoret, ini Alasannya

Selain itu, Asep juga mendorong para Bacaleg agar lebih merangkul anggota DPD Partai Perindo Kota Cimahi yang terdaftar. Total ada 15 anggota yang tercatat dalam data base partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu.

"Semua anggota yang terdaftar ada 15 ribu. Kita kasih ke mereka (Bacaleg) supaya minimal anggota paham dan tau. Dari situ, si anggota akan membantu sosialisasi," tandasnya.

Baca Juga : Dongkrak Suara Pemilu, Perindo Intruksikan Para Bacaleg PDKT ke Anggota

Sebelumnya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi, Sri Suasti menilai, minimnya kesadaran dari pelaku politik, seperti para calon anggota legislatif hingga tim sukses dalam memelihara keindahan kota menjadi salah satu penyebab maraknya pelanggaran APK.

"Intinya, kesadaran dalam memeliara lingkungan perlu ditingkatkan," kata Sri.

Menurutnya, banyak sekali dampak dari sampah plastik yang dihasilkan setelah pemilu berlangsung. Selain menjadi sampah visual Kota Cimahi, juga limbahnya sulit diolah. Untuk mengurangi dampak volume sampah visual jelang pileg 2019, pihaknya akan melakukan sosialisasi tim kampanye untuk bisa mengurangi sampah berbahan dasar plastik.

"Selain itu, akan coba mengusulkan ke KPU RI agar ada aturannya terkait bahan APK yang tidak menggunakan bahan plastik," ujarnya.

Baca Lainnya