Senin, 11 Maret 2019 17:09

APK Ilegal Giring eks 'Nidji' dan Peserta Pemilu 2019 Kepung Cimahi, Tau Aturan atau Tidak?

Reporter : Fery Bangkit 
APK Ilegal Giring eks 'Nidji'.
APK Ilegal Giring eks 'Nidji'. [limawaktu]

Limawaktu.id - Kesadaran para peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dalam menjaga kebersihan dan keindahan Kota Cimahi sepertinya masih minim. 

Salah satunya adalah maraknya Alat Peraga Kampanye (APK) yang terpasang di sembarang tempat.

Baca Juga : Serba Mendadak Pengiriman Surat Suara Pemilu 2019 di Cimahi, Kali ini Giliran Surat Suara DPD RI

Sebab, meski sudah dilakukan penertiban beberapa kali, namun APK seperti bendera partai, spanduk, banner dan baligo kembali bermunculan. 

Lebih parahnnya lagi, APK milik para peserta Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 itu dominan terpasang pada pohon dan tiang listrik yang jelas-jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2009 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3).

Baca Juga : Pengawas Pemilu Independen Minim, Bawaslu Khawatir Kecurangan

Kepala Seksi Dalops pada Satpol PP Kota Cimahi, Uus Saefulloh mengatakan, para peserta Pemilu 2019 di Kota Cimahi ini seperti main kucing-kucingan. Ia mencontohkan, hari ini ditertibkan, maka keesokan harinya sudah terpasang lagi.

"Saya lewat tadi di Ciawitali, malam udah diturunkan, tadi pagi sudah ada lagi," kata Uus saat ditemui di Kantor Satpol PP Kota Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Senin (11/3/2019).

Baca Juga : Jadi Sampah Visual, Ratusan APK Jokowi dan Peserta Pemilu 2019 Ditertibkan

Ya, semalam, Satpol PP Kota Cimahi dibantu pihak kepolisian, TNI dan Bawaslu menertibkan sebanyak 549 APK yang melanggar aturan. Propaganda itu terpasang pada tiang listrik dan pohon yang jelas tidak diperbolehkan.

"Kita turunkan yang di tiang listrik, melintang jalan sama di taman," ujar Uus.

Uus mengungkapkan, jika diakumulasikan secara keseluruhan, APK Pemilu 2019 yang melanggar di Kota Cimahi mencapai ribuan. Selain melanggar, tentunya keberadaan propaganda politik itu menjadi sampah visual Kota Cimahi. Belum lagi ditambah dengan propaganda komersil.

"Keseluruhan yang melanggar bukan ratusan, bisa ribuan kalau sampah ke peloksok. Kalau pelanggar hampir semua calon melanggar," ungakpnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kota Cimahi, Ahmad Yasin mengklaim, pihaknya kerap memberikan teguran kepada para peserta Pemilu 2019 di Kota Cimahi terkait APK yang melanggar itu. 

"Terkait teguran itu jelas sudah kita lakukan di berbagai kesempatan. Sanksinya ya administrasi berupa penurunan APK," katanya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer